image_pdf

Malang- Salah satu punggawa FMIPA UM atas nama Moch. Akbar Reno Marsasi telah berhasil menyabet medali perunggu di ajang bergengsi ONMIPA PT 2019 (Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi) bidang Kimia. Event yang merupakan agenda tahunan Kemeristekdikti ini, merupakan rangkaian dari 3 tahapan seleksi, diantaranya seleksi universitas, seleksi regional dan seleksi nasional.

Pada seleksi universitas, pihak universitas berhak menentukan masing-masing 7 perwakilan terbaiknya pada tiap bidang lomba (Matematika, Kimia, Fisika, Biologi) untuk diadu di tingkat regional. Seleksi tahap regional dilangsungkan pada tanggal 25-26 Maret 2019 di Institut Ilmu Kesehatan, Kediri. Peserta terbaik PTN dan PTS dari tiap regional beserta peserta terbaik passing grade kemudian diambil sebanyak 20 terbaik ( 3 emas, 5 perak, 7 perunggu, dan 5 honorable mention) untuk ditandingkan kembali di tingkat nasional dari jumlah total peserta 256 terbaik. Delegasi UM yang lolos seleksi ke tingkat nasional diantaranya Abdul Mu’in (Matematika), M. Nur Alamsyah (Matematika), Rofi’ud Darojad (Matematika), Nu’man Nadhor (Fisika) dan Moch. Akbar Reno M. (Kimia).

Kelima mahasiswa tersebut telah berjuang di tahap nasional yang diadakan pada tanggal 27-28 April 2019 kemarin di Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Hasilnya, UM harus puas dengan hanya menyabet perolehan satu medali perunggu saja. Meskipun begitu, hal ini sudah menunjukkan bahwa UM mampu bersaing di kancah nasional bersama sederet universitas lainnya.

Moch. Akbar Reno Marsasi mengucapkan rasa syukurnya yang tiada tara atas keberhasilannya dalam ajang bergengsi tersebut. Ia juga memberikan semangat kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan turut mengharumkan UM di kancah Nasional maupun Internasional. Selain itu, ia juga menyampaikan kiat-kiatnya memenangkan ajang bergengsi tersebut.

“Semua butuh proses dan usaha keras. Kuncinya berada di latihan dan belajar yang giat, istiqomah dan diiringi doa seluruh keluarga besar”, ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa untuk istiqomah diperlukan kesadaran dari masing-masing orang dan ia juga mengakui bahwa untuk istiqomah memang terasa berat diawal, namun dengan paksaan dari dalam diri masing-masing individu akan mennghasilkan hasil yang terbaik dan juga ia mengatakan jangan pernah takut untuk mencoba dan mencari tau hal baru.

Pewarta           : Salsabila Indana Zulfa-Internship Humas UM