image_pdf
Salsabilla Indana Zulfa dari jurusan Fisika.

Malang. Pandemi yang masih terjadi hingga saat ini mengakibatkan banyak perubahan dalam sistem perkuliahan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran virus di lingkungan kampus. Selain pembelajaran yang telah dilakukan secara online, Seminar proposal atau yang biasa di kenal dengan sempro juga dilakukan secara online. Salah satu mahasiswa yang melakukan sempro secara online adalah Salsabilla Indana Zulfa dari jurusan Fisika.

Sempro yang dilaksanakan secara online ini berlangsung pada (29/4) dengan ketentuan waktu sesuai dengan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa. Untuk mekanismenya sendiri, menurut Salsa itu tergantung dari dosen penguji masing-masing. “Dari 2 dosen penguji saya menggunakan 2 cara yang berbeda. Untuk dosen pertama itu saya diminta  membuat video presentase berduras 10 menit dan dosen keduanya meminta untuk ujian secara daring menggunakan aplikasi google meet.” ujarnya.

Salsa juga mengungkapkan suka dukanya melaksanakan sempro secara online. Menurutnya sempro secara online ini membuatnya sulit untuk melakukan konsultasi. Beberapa dosen lebih menyukai konsultasi secara offline, sehingga saat melakukan konsultasi secara online sangat lama menunggu balasan dan juga revisian dari dosen yang bersangkutan. Meski sulit dalam hal konsultasi tapi menurutnya sempro online ini terasa mudah dan cepat.

“Jika dibandingkan dengan sempro biasa sempro online ini terasa lebih mudah karena hanya di hadiri oleh 2 dosen pembimbing saja sesuai dengan keputusan jurusan. Pelaksanaannya pun tergolong cepat karena tidak terlalu banyak pertanyaan dan revisi yang diberikan.”

Berhasil atau tidaknya sempro online ini menurut Salsa tergantung dari mahasiswa itu sendiri. Karena semakin cepat mahasiswa menyelesaikan proposalnya maka akan semakin cepat juga mahasiswa tersebut dapat mengikuti ujian.

Muhammad Zaid Al Khair – Internship Humas UM