image_pdf

Malang. Diklat Perkoperasian Tingkat Dasar bagi anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Universitas Negeri Malang (UM) telah usai dilaksanakan selama dua hari pada Rabu (06/11) sampai dengan Kamis (07/11). Diiikuti oleh sejumlah 45 peserta dari seluruh unit UM yang merupakan anggota utusan baru. Bertempat di Ruang Vicon, Pusat TIK UM, diklat tersebut resmi dibuka oleh Ketua KPRI-UM, Drs. H. M. Romlie, M.Pd.

Dalam sambutannya, Romlie menjelaskan tujuan diadakannya Diklat Perkoperasian, “Tujuan diklat ini adalah memberikan pemahaman dan persepsi bagi anggota utusan agar tidak salah pengertian dalam memahami hubungan transaksi dalam berkoperasi serta Sisa Hasil Usaha (SHU).”

Lebih lanjut, Romlie juga berharap seusai Diklat Perkoperasian Tingkat Dasar bagi anggota KPRI-UM usai digelar, para anggota mampu membaca laporan pengurus dan juga memahami rencana kerja.

Peserta Diklat Perkoperasian Tingkat Dasar

Diklat Perkoperasian ini dipandu oleh Lapenkop (Lembaga Pendidikan Perkoperasian) Wilayah Kota Malang. Terdapat tiga materi yang diberikan oleh Lapenkop dalam diklat ini yakni hak dan kewajiban, manajemen usaha, dan memahami laporan koperasi. Selain itu, juga terdapat studi kasus mengenai peran serta anggota.

Tak hanya Lapenkop, KPRI-UM selaku penyelanggara juga memberikan beberapa materi bagi peserta seperti manajemen organisasi KPRI-UM dan kepengawasan KPRI-UM.

Pewarta : Salsabila Esya Kusdianti – Internship Humas UM

Fotografer : Tim Humas UM