image_pdf
Petugas keamanan mendeteksi suhu tubuh pengunjung UM dengan Thermo Gun

Malang. Satuan Tugas (Satgas) Kewaspadaan Covid-19 Universitas Negeri Malang (UM) telah berupaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan UM. Sejak (16/03), UM telah membentuk Satgas Kewaspadaan Covid-19 melalui Keputusan Rektor Nomor 17.3.32/UN32/KP/2020 tentang Pembentukan Satuan Tugas Kewaspadaan Covid-19 UM dengan tugas pokok peningkatan kewaspadaan, pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19 di UM.

Pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung di Indonesia mengharuskan elemen lapisan masyarakat salah satunya sivitas UM berkerja sama memutus rantai penyebaran Covid-19. Penyebaran virus yang cepat menyebabkan kekhawatiran seluruh masyarakat khususnya sivitas UM. Sebagai salah satu garda terdepan di lingkungan UM, Satgas UM telah melakukan berbagai upaya seperti menyusun protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain Itu Satgas Covid-19 UM juga melakukan upaya deteksi dini dengan pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap orang yang memasuki area UM dengan pengoperasionalan satu pintu masuk dan keluar kampus melalui jalan Semarang, melakukan skrining surveilans kesehatan bagi sivitas UM, melakukan sosialisasi kesehatan melalui media resmi UM, memproduksi hand sanitizer bagi sivitas UM, menggalang dan menyalurkan bantuan kepada sivitas UM dan tenaga medis di Malang, serta melakukan koordinasi dengan elemen internal maupun eksternal UM.

Skrining kesehatan yang telah dilakukan secara daring mulai tanggal 17 Maret 2020 hingga 12 April 2020 dilakukan dalam dua periode. Pada periode pertama (17-23 Maret 2020) diperoleh total responden sebanyak 10.785 orang, dengan 520 orang dosen (4,8%), 398 orang tenaga kependidikan (3,8%), dan 9.084 orang mahasiswa (91,4%). Sementara itu, pada periode  kedua (24 Maret-12 April 2020) diperoleh total responden sebanyak 6.232 orang, dengan 414 orang dosen (6,7%), 327 orang tenaga kependidikan (5,3%), dan 5.491 orang mahasiswa (88,1%).

Koordinator Satgas Kewaspadaan Covid-19 UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si menjelaskan resiko penyebaran Covid-19 di lingkungan UM pada periode kedua lebih tinggi dibanding periode pertama. “Resiko penyebaran Covid-19 dari hasil skrining pada periode pertama sebanyak 2%, sedangkan pada periode kedua sebanyak 6%, tentunya hal ini menjadi ultimatum untuk selalu menjaga kesehatan dan menjalankan aktivitas sesuai protokol kesehatan”, ungkapnya.

Satgas UM telah mengkonfirmasi kebenaran terkait satu orang Dosen Jurusan Sastra Arab UM yang positif terpapar Covid-19 melalui rilis pers yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Markus Diantoro (13/4). Kemungkinan besar Dosen tersebut terpapar ketika menghadiri pembekalan terintegrasi calon petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 9-18 Maret 2020. “Saat ini yang bersangkutan dalam kondisi baik dan dalam pemantauan serta perawatan di RS Saiful Anwar”, ungkap Markus. Untuk memutus penularan Covid-19, Satgas UM telah melakukan pelacakan riwayat kontak dosen dalam interval 14 hari sebelum tanggal terkonfirmasi.

Pewarta : Siti Nuradilla – Internship Humas UM