image_pdf
Jamaah Sholat Jumat Masjid Alhikmah UM

Malang. Sejak ditetapkannya status wabah virus COVID-19 menjadi pandemi oleh World Healthy Organization (WHO) semua pihak mengambil berbagai kebijakan untuk mencegah penyebarannya. Tak terkecuali Universitas Negeri Malang (UM) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang lokasinya berada di zona merah penyebaran COVID-19 yakni Kota Malang.

Diwawancarai oleh Internship Humas UM secara daring Via Whats App, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si selaku koordinator satgas kewaspadaan COVID-19 UM mengungkapkan bahwa UM telah membentuk Satgas khusus yang ditetapkan dengan SK Rektor. Melalui satgas ini, UM telah berkoordinasi dengan pihak eksternal maupun internal. UM juga telah melakukan mediasi dengan pihak penyewa gedung dan fasilitas lain di UM untuk dapat membatalkan, atau mengatur kembali penggunaan fasilitas umum di lingkungan UM. Tak terkecuali kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Masjid Al-Hikmah UM. “Seperti kegiatan Tafaquh fi Dinil Islam (TDI) yang terkait dengan perkuliahan Agama, harap diupayakan ditiadakan dan diganti tugas setara. Hal ini juga disesuaikan penundaan atau pengaturan kuliah praktikum atau jenis praktek lain” ungkap Prof. Markus.

Tentang pelaksanan sholat fardlu dan sholat jum’at, Guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) ini mengatakan bahwa Satgas kewaspadaan COVID-19 UM telah berkoordinasi dengan pihak pengurus ta’mir Masjid Al-Hikmah UM. Kesepakatannya adalah tetap melaksanakan sholat fardlu dan sholat Jum’at dangan menerapkan protokol kewaspadaan COVID-19 UM, jarak shof depan diberi selisih demikian juga jarak jamaah di sebelah kanan dan kiri. Selain itu, khusus pada pelaksanan sholat jum’at para jamaah yang akan memasuki area masjid dilakukan pemeriksaan suhu tubuh sesuai protokol kewaspadaan COVID-19 UM. Penyampaian khutbah Jum’at dianjurkan lebih singkat sekitar 7 menit dan sholat Jumat dengan surat surat pendek.

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, pengurus masjid telah berkoordinasi dengan Satgas dan pimpinan UM. Kesepakatan awal, masjid kampus kemungkinan besar tidak menyelenggarakan kegiatan sholat tarawih berjamaah. Namun keputusan ini tetap akan memperhatikan kondisi terkini. Sementara itu, terkait pelaksanaan sholat Idul fitri, satgas dan pimpinan UM terus berkoordinasi menyikapi hal ini. “Sampai saat ini masiih didiskusikan dengan mempertimbangakn banyak hal” tegas dia.

Pewarta           : Arya Wahyu Pratama            -Internship Humas UM