image_pdf

Malang. Senin (29/4) 15 mahasiswa Jurusan Sastra Jerman (JSJ) Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti acara Seminar bersama Robert Bosch Stifftung. Seminar dengan tema “Fit zum Betreuungespräch” ini dihadiri oleh pemateri dari Vietnam, Tuan Anh Trar, dan dosen JSJ UM, Sri Prameswari, M.Pd, serta turut hadir pula Christian Gerhard sebagai Tutor dalam seminar yang berlangsung di Mediothek atau perpustakaan JSJ UM ini.

Terdapat hal yang sangat unik dalam seminar yang membahas tata cara berkomunikasi secara komunikatif ini, khususnya bagi mahasiswa dengan dosen pembimbing skripsi JSJ UM. Selain peserta diberikan beberapa tugas secara Partner dan berkelompok, pemateri juga membagi sesi tahapan menjadi 4 blok. Yaitu (1) Perkenalan dan memperkenalkan tema, (2) Struktur dalam berbicara untuk aktiv mendengarkan, (3) Jenis pertanyaan dan (4) Simulasi dan refleksi. Setiap sesi berlangsung sekitar dua jam dan selalu diselingi dengan Coffee break selama 30 menit.

 Banyak peserta seminar ini yang mengatakan bahwa seminar ini tidak membosankan dan tidak membuat peserta mengantuk. Selain itu banyak yang tidak menduga bahwa materi yang disajikan dalam seminar akan sangat menyenangkan.

“Saya awalnya merasa seminar ini akan membosankan, tetapi saya salah, karena secara tidak sadar saya (peserta) lebih banyak berbicara daripada pemateri itu sendiri.” tutur Gayuh Restuku Mukti.

Seiya sekata dengan Gayuh, Dyah Jasmine Mayangsari pun merasakan hal yang berbeda dengan adanya pembagian blok-blok dalam seminar ini. Selain dibuat aktif dan berpikir bersama dengan para pemateri, para peserta menyatakan bahwa seminar ini sangat menyenangkan dan bervariatif ketimbang seminar pada umumnya.

“Seminar yang ada pembagian blok-blok, lebih membuat seminar terasa seru dan tidak membosankan. Pun lebih menyenangkan dan variatif.” ungkap mahasiswi yang akrab disapa Memey ini.

Sedangkan melalui seminar ini, Tuan Anh Trar sangat berharap agar para Mahasiswa JSJ UM memiliki kemampuan lebih dalam mengutarakan berbagai pertanyaan dan ide dengan dosen pembimbing.

“Melalui materi yang kita pelajari dan simulasikan tadi, saya sangat berharap para mahasiswa agar lebih percaya diri ketika menghadap dosen.” pungkas pria asal Vietnam ini.

Pewarta: Inrillian Handriar F.