image_pdf
Penyerahan Cinderamata dari Wakil Rektor II UM

Malang. Dalam rangkaian acara Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 di Universitas Negeri Malang (UM), Shell Indonesia ajak mahasiswa jadi bagian dalam pencarian solusi untuk menghadapi tantangan energi masa depan melalui penerapan Tribologi secara cermat, ilmu yang terkait dengan gesekan, keausan dan pelumasan. Shell merupakan perusahaan migas internasional pertama di Indonesia yang masuk ke bisnis retail bahan bakar minyak.

Pada Sabtu (28/9), Shell menghadirkan Bambang Wahyudi, Vice President Technical PT Shell Indonesia sebagai pembicara utama dalam seminar Shell Eco-Marathon dengan mengangkat topik Tribologi dan Efisiensi Energi yang diselenggarakan di Aula 2B Lt.9 Graha Rektorat UM. Tak kurang dari 100 mahasiswa dan akademisi menghadiri acara seminar yang membahas dua pokok bahasan penting yaitu Penerapan Tribologi dalam Industri dan Peran Tribologi untuk mobilitas masa depan. Dalam proses pengembangan kendaraan yang ramah lingkungan, tribologi menjadi salah satu elemen penting

Bambang menjelaskan dalam paparannya bahwa penerapan tribologi atau penerapan ilmu dan teknologi yang terkait dengan gesekan, keausan, dan pelumasan yang benar serta pemilihan base oil dan additive untuk mendapatkan formulasi pelumas yang seimbang dengan menerapkan kaidah-kaidah tribologi yang tepat dapat menghasilkan efisiensi energi.

“Pelumas merupakan faktor yang sangat penting bagi mesin, termasuk mesin kendaraan. Selain dapat mengurangi gesekan, pelumas juga berfungsi melindungi mesin terhadap keausan. Untuk menghasilkan pelumas yang baik, diperlukan pengetahuan mengenai  sifat fisik dan kimia utama pelumas yang sangat berpengaruh terhadap unjuk kerja komponen-komponen pada suatu equipment/mesin. Proses ini juga menjadi tahapan penting dalam pengembangan produk pelumas berkualitas yang dapat menghasilkan efisiensi energi.” tuturnya.

Narasumber seminar dan jajaran pimpinan UM berfoto bersama

Sementara itu Dr. Oyong Novareza, Ketua Jurusan Teknik Industri, Universitas Brawijaya dalam presentasinya menyampaikan,”Tribologi memegang peranan penting dalam proses manufaktur suku cadang kendaraan hemat energi. Rekayasa di bidang tribologi dapat menghasilkan produk yang lebih bersih, yang dapat mengurangi penggunaan energi secara signifikan,” ungkapnya.

Bambang lebih jauh menjelaskan bahwa penerapan tribologi secara tepat dan cermat tidak hanya menghasilkan efisiensi energi namun juga dapat memberikan dampak positif, “Kami memahami pentingnya riset dan inovasi teknologi untuk menghadapi dunia yang terus berkembang dan tantangan energi masa depan. Melalui seminar ini, kami berharap lebih banyak pihak memahami manfaat dari aplikasi tribologi untuk melahirkan inovasi teknologi yang memberikan manfaat bagi semua, khususnya dalam hal efisiensi energi terutama menyongsong Era Revolusi Industri 4.0”, papar Bambang.

Pewarta           : Riska Febrianti – Internship Humas UM

Pewarta Foto   : Hayyu Erinda – Internship Humas UM