image_pdf

Malang. Workshop Preparing Halal Food and Pharmatical Certification for SME’s and Certification and Online Certification Cerol SS23000 digelar sebagai rangkaian kegiatan dari International Conference on Islam Economy and Halal Industry (ICEHI) pada hari kedua, Rabu (31/07). Berada di lokasi yang sama, workshop yang diikuti oleh perwakilan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut terlaksana di Hotel Santika Premiere. 

“Sesuai dengan intruksi pemerintah dalam UU no.33 tahun 2014, pelaku usaha harus memiliki jaminan halal terhadap produk-produk yang dihasilkan. Oleh karenanya, dunia akademik berusaha memberikan kontribusi kepada dunia industri dengan memfasilitasi UMKM se-Malang Raya melalui adanya workshop ini. Sehingga UMKM bisa segera memproses sertifikasi halalnya dengan tepat dan cepat,” terang Lohana Juariyah, S.E., M.Si, selaku ketua pelaksana workshop tersebut.

Narasumber utama dalam workshop tersebut adalah Nurul Fajrina, STP. Ia merupakan Auditor dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Materi mengenai kebijakan sertifikasi jaminan halal dan prosedurnya dipaparkan secara rinci oleh narasumber. Selain itu, Ia juga menjelaskan konsep dasar halal yang menjadi acuan LPPOM MUI dalam mengidentifikasi suatu produk.

“Prosedur-prosedur yang bisa diikuti untuk mendapatkan sertifikasi halal diantaranya adalah : 1) Persiapan SJH, yakni perusahaan mengikuti pelatihan SJH dan membeli buku HAS, kemudian perusahaan menerapkan SJH dan menyiapkan dokumen halal. 2) Registrasi melalui CEROL-SS23000, yakni perusahaan mengupload data ke laman www.e-lppommui.org. 3) Monitoring pre-audit dan pembayaran akad. 4) Audit halal dan rapat auditor, hal ini dilakukan oleh auditor LPPOM MUI. 5) Monitoring pasca audit. 6) Rapat komisi fatwa MUI, dan terakhir adalah terbit sertifikat halal dan status SJH,” jelasnya.

Pewarta           : Ulya Aziza Fitriya – Internship Humas UM