image_pdf

Dr. Sentot Khusaeri, M.Pd. selaku Dosen FMIPA UM

Malang. Pusat Pengembangan Instrumentasi, Seleksi dan Evaluasi Pendidikan (P2ISEP) Lembaga Pengembangan, Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menggelar seminar nasional online dan call for paper dengan topik asesmen online dan asesmen personal di masa pandemi secara daring dengan media zoom dan live youtube (18/7).

Kegiatan ini turut menghadirkan pemateri handal yakni Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd. selaku guru besar ilmu pendidikan/pendidikan dasar UM, Dr Ana Ratna Wulan, S.Pd., M.Pd. Dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Sentot Khusaeri, M.Pd. selaku Dosen FMIPA UM dan Waryanto, S.Pd. selaku guru SMPN 2 Purwokerto sekaligus trainer rumah belajar Kemdikbud.

Dr. Ana Ratna Wulan, S.Pd., M.Pd. Dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Di masa pandemi ini pembelajaran sekolah sebagian besar akan dilakukan secara daring, sehingga membawa dampak berbeda dalam melaksanakan aktivitas. Ada beberapa perubahan model assessmen yang dilakukan guru maupun dosen kepada siswa maupun mahasiswa. Assessmen yang dilakukan di masa pandemi ini dilakukan secara online. Sebagaimana dijelaskan oleh Sentot bahwa cara melakukan asesmen online dapat dilakukan dengan memanfaatkan key element of AFL, mempunyai tujuan belajar yang jelas, perkaya percakapan dalam pembelajaran online, memberi feedback dan tanggung jawab belajar.

Lanjutnya Ana menjelaskan bahwa assessmen dilakukan secara personal karena ketuntasan belajar milik individu, meskipun task dikerjakan secara kelompok.

Peserta seminar

“Ada model assessmen personal yaitu menilai individu dari kelompok besar, menilai individu berdasarkan pengelompokan capaian atas dasar hasil diagnostic dan menilai personal siswa/individual,” jelasnya

Ana juga memaparkan bahwa di masa pandemi ini perlu melakukan strategi assessmen dan  alternatif assessmen autentik.

assessmen autentik di masa pandemi dilakukan dengan cara menilai proses melalui produk, menilai personal/individu dari kelompok dan menilai proses melalui pelacakan aktivitas. Sementara strategi assessmen for learning di masa pandemi dijelaskannya untuk lebih fokus ke komponen yang paling utama atau penting, materi yang digunakan esensial saja sekaligus yang dapat membangun kompetensi serta siswa belajar dan dinilai dalam kondisi aman/tanpa resiko.” ujarnya.

Terdapat pula assessmen karakter yang dijelaskan oleh Dr. Sa’dun yang dilakukan dengan mengumpulkan data tentang kemampuan peserta didik yang terkait dengan karakternya. Dikatakannya bahwa perlu menggali nilainya dan kelakuannya.

Pewarta           : Riska Febrianti – internship Humas UM