image_pdf
Sambutan Direktur HI UM Evi Eliyanah, Ph.D.

Malang. Universitas Negeri Malang (UM) saat ini sangat serius dalam mendukung, memfasilitasi, hingga mengantarkan dosen muda untuk melanjutkan studi doktor S3 keluar negeri. Berbagai usaha telah diupayakan oleh pihak UM untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen baik PNS maupun non PNS melalui berbagai pelatihan, uji kompetensi hingga workshop. Demi mempercepat keberangkatan dosen muda melanjutkan studi ke luar negeri, bidang dua melalui Bagian Kepegawaian bekerjsama dengan Hubungan Internasional UM menyelenggarakan Workshop Penyusunan Proposal Penelitian Persiapan Studi Program Doktor (S3) ke Luar Negeri, yang dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 27-29 September 2019. Workshop yang di selenggarakan di Kibo Room Baobab Safari Resort and Hotel Prigen Pasuruan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang sudah pernah mengikuti kursus Bahasa Inggris di ITB dan mempunyai nilai IELTS bagus yang diprioritaskan.

Terdapat dua kriteria dosen yang bisa mendaftar untuk mengikuti workshop, diantaranya memiliki nilai IELTS min.: overall band 6.0 (dengan writing band sama dengan atau lebih dari 6.00) dan atau memiliki draft proposal S3. Adapun pemateri dalam workshop ini berjumlah enam orang, antara lain Prof. Dra. Utami Widiati, M.A., Ph.D. (Fakultas Sastra), Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A. (Fakultas Sastra), Nandang Mufti, Ph.D. (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Dr. Ahmad Taufiq (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Evi Eliyanah, S.S., M.A. Ph.D (Fakultas Sastra), Anik Nunuk Wulyani, Ph.D. (Fakultas Sastra), dan Ani Wilujeng Suryani, Ph.D. (Fakultas Ekonomi). Selain itu peserta workshop juga akan didampingi oleh enam orang, diantaranya Anik Nunuk Wulyani, Ph.D. (Fakultas Sastra), Ani Wilujeng Suryani, Ph.D. (Fakultas Ekonomi), Francisca M. Ivone, Ph.D. (Fakutas Sastra), Aji Prasetya Wibawa, Ph.D. (Fakultas Teknik), Husni Wahyu Wijaya, Ph.D. (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), dan Evi Eliyanah, Ph.D. (Fakultas Sastra)

Peserta Workshop menyimak materi

Direktur Hubungan Internasional UM Evi Eliyanah,Ph.D. mengucapkan terima kasih kepada Wakil Rektor II dan Wakil Rektor IV yang sudah datang untuk memberikan penguatan kepada seluruh dosen yang akan melanjutkan S3 di luar negeri. “Semoga setelah pelaksanaan workshop ini proposal pengajuan S3 nya semakin baik dan benar, harapannya dengan mengikuti workshop selama tiga hari ini akan ada progress dalam pengajuan proposal lanjut studi S3 ke luar negeri. Peserta workshop ini ada 30 orang dosen yang mayoritas adalah bapak ibu yang telah difasilitasi oleh UM untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris di ITB, baik dosen CPNS, dosen PNS, maupun dosen tetap non PNS,”ujarnya diawal memberikan sambutan.

“Selain dari dosen yang pernah mengikuti kursus Bahasa Inggris di ITB, peserta workshop ini juga ada yang berasal dari penjaringan tes Bahasa Inggris yang diselenggarakan UM dan memiliki nilai tinggi, harapannya yang memiliki nilai tes tinggi juga tinggal selangkah lagi untuk membuat proposal atau setelah pulang dari workshop ini proposalnya sudah mulai tersusun. Dalam workshop ini kami juga menghadirkan dosen-dosen yang telah meraih Ph.D. sehingga bisa berbagi tips dan trik dalam menyusun proposal studi lanjut S3 keluar negeri dengan baik dan benar. Besar harapan kami akan ada hasil yang konkrit dari pelaksanaan workshop ini nantinya,”sambungnya.

Sambutan Wakil Rektor II Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

Senada dengan Ibu Evi, Wakil Rektor II UM Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd menyatakan bahwa workshop ini sangat penting untuk diikuti oleh dosen-dosen muda yang telah siap untuk lanjut studi S3 keluar negeri. “Sejak 2019 ini SDM yang dimiliki UM telah kita bina dengan baik, mulai dari PNS maupun non PNS. Selain mengikuti prajabatan, seluruh dosen juga akan dibekali dengan materi dasar keUMman. Artinya walaupun saudara nantinya telah studi di luar negeri diharapkan tetap meletakkan UM sebagai lembaga yang telah membesarkan dan mendukung saudara,”terangnya.

“Melalui workshop ini 30 orang dosen muda dikarantina, didampingi beberapa pendamping dan mendapatkan materi langsung dari para pemateri, diharapkan  anda semua dapat menjadi masa depan UM, oleh karena itu dipundak andalah akan diberikan tanggung jawab. Dari desain pengembangan SDM, bidang dua UM sudah menargetkan 100 doktor pada tahun 2019/2020. Jumlah ini dapat bertambah hingga 500 doktor. Para Dekan masing-masing fakultas telah kami beri daftar nama siapa-siapa saja dosen yang akan berangkat tahun 2019 hingga tahun 2020, sesuai dengan kontrak awal yang telah ditanda tangani dan disepakati bersama. Dalam tiga hari ini saudara akan dikarantina, ditarget untuk dapat menghasilkan proposal yang baik, dan anda semua akan dicek progresnya dibulan November 2019. Oleh karena itu fokus anda saat ini adalah mencari dan mendapatkan LOA dari perguruan tinggi diluar negeri, syukur-syukur juga bisa mendapatkan sponsor,”sambung dosen Jurusan Bahasa Indonesia FS ini.

Wakil Rektor IV Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd. menyampaikan sambutan

Sementara itu Wakil Rektor IV Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd. menyampaikan bahwa UM sangat serius dalam mengantarkan bapak ibu dosen muda untuk melanjutkan studi S3 keluar negeri, bahkan ada yang melalui kontrak mulai tahun 2012. “Secara kuantitas saat ini UM membutuhkan banyak doktor, tahun 2019 targetnya UM telah menyusun renstra dan kontrak kinerja dengan kemenristekdikti yang menargetkan jumlah doktor 38%, hasil evaluasi capaian per 25 Spetember 2019 kemarin kita masih mencapai 37,37% yang berarti belum mencapai target,”ungkapnya.

“Melalui renstra baru yang telah disahkan oleh rektor UM untuk periode 2020-2024, UM juga menargetkan jumlah tertentu dosen yang berkualifikasi S3. Tahun 2022 UM telah menargetkan 41% dan diakhir renstra UM ditargetkan 43% dosen yang berkualifikasi doktor. Sementara kita juga harus menghadapi doktor dan guru besar yang telah pensiun. Sehingga suka tidak suka UM sangat serius menghantarkan bapak ibu sampai menempuh pendidikan berkualifikasi doktor di luar negeri,”lanjutnya.

Wakil Rektor II, Wakil Rektor IV, dan para pemateri berfoto bersama

“Hal ini sudah menjadi tuntutan akademik, agar menjadikan UM semakin berkualitas. Diasumsikan dan diharapkan  lulusan doktor luar negeri semakin berkualitas, walaupun fakta menunjukkan tidak 100% alumni luar negeri itu kurang berkualitas, tetapi harapannya dengan bisa kuliah di kampus-kampus besar dan bonafit diluar negeri menjadikan UM memiliki doktor yang  berkualitas. Mendatang arah UM ini tidak hanya tangguh ditingkat nasional saja melainkan juga menjadi perguruan tinggi yang tangguh ditingkat internasional,”tandasnya.

Pewarta: Kautsar S. Humas UM