image_pdf

Malang. Pada Jumat (13/3) Universitas Negeri Malang (UM) secara langsung laksanakan talkshow “bincang-bincang” di Radio Republik Indonesia (RRI) Malang dengan topik bahasan sosialisasi promosi jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri 2020.

Talkshow yang berlangsungselama satu jam ini diisi oleh Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed. selaku WR 1 UM, Dr. Dr. Moch. Yunus, M.Kes. selaku ketua tim SNMPTN, SBMPTN, UTBK dan SBMPTN, Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., MBus. Selaku wakil dekan I Fakultas Ekonomi (FE) dan anggota tim sosialisasi dan promosi UM.

Pembicaraan yang berlangsung di studio JTV Malang, Komplek Ruko Tlogomas Squere Kav No 2 Malang ini mengupas satu persatu seleksi masuk PTN yang diberlakukan di UM tahun 2020 ini. Mengawali perbincangan Prof. Budi menjelaskan bahwa UM sudah berakreditasi A dengan total 120 program studi dari D3 sampai S3 dengan jumlah Dosen yang sudah mempuni 1150 dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non PNS. Program UM tahun 2020 akan menyekolahkan dosen ke luar negeri, dan membenahin kualitas SDM.

Usai keterangan singkat profil UM, Moch. Yunus menyambung pembicaraan terkait PPDB UM tahun 2020 yang dilaksanakan melalui tiga jalur, “Tahun ini ada tigas jalur masuk UM yaitu SNMPTN dengan kuota minimum 20% dari daya tampung PTN, SBMPTN dengan kuota minimum 40%, dan seleksi mandiri maksimum 30% dari daya tampung.

UM membuka dua jalur mandiri yakni mandiri prestasi (tanpa ujian tes) dan reguler yakni UTBK & Tes Mandiri Berbasis Komputer (TMBK). UTBK ini bisa diikuti oleh alumni 3 tahun terakhir. Bagi yang alumni 5 tahun terakhir bisa melalui jalur mandiri.” jelasnya.

Lanjutnya Agus selaku penanggungjawab seleksi mandiri UM menyampaikan bahwa mandiri prestasi lebih diutamakan yang kejuaraannya bisa diukur misalnya kejuaraan seni atau olahraga tingkat nasional maupun internasional. Untuk ikut UTBK peserta harus bawa surat lulus dari sekolah.

Ditengah pembicaraan, pendengar RRI menanyakan terkait biaya kuliah mahasiswa kurang mampu, “Biaya bukan menjadi persoalan bagi keluarga kurang mampu karena 20% dari total mahasiswa bisa memperoleh bidikmisi atau KIP-Kuliah. UM akan mengalokasikan 1350 KIP dari pemerintah.

UM juga banyak beasiswa untuk mahasiswa contohnya PPA. Jika mahasiswa berprestasi akan bebas Uang Kuliah Tunggal (UKT) setahun, jika prestasinya berlanjut maka akan bebas UKT pula selanjutnya. UKT UM  bisa dibilang murah, ada perbedaan tiap mahasiswa yaitu tergantung data yang masuk dari mahasiswa itu sendiri.” tutur Yunus.

Pewarta           : Riska Febrianti – Internship Humas UM

Pewarta Foto   : Alfandio – Internship Humas UM