image_pdf
Foto Bersama seluruh peserta Temu Ilmiah

Malang. Pusat Kebencanaan Mitigasi dan Lingkungan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Malang (UM) besama Jasa Tirta I dan Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) menggelar kegitan temu ilmiah terkait penguatan jaringan sekolah sungai Indonesia anggota JKPKA dalam rangka kepedulian terhadap sumber daya air. Kegiatan ini berlangsung di gedung A3 Lt.2 UM pada Rabu, (18/12) dan dihadiri oleh ketua LP2M Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. ketua JKPKA dan Jasa Tirta I Malang, anggota JKPKA yakni Guru-guru SMU, Perum Jasa Tirta I Malang, siswa SMA, MA, SMK Negeri dan swasta, SMP dan SD di wilayah DAS Kali Brantas dan Bengawan Solo, ketua JKPKA dan Jasa Tirta I Malang.

Peserta Temu Ilmiah nampak serius mendengarkan presentasi

Kegiatan temu ilmiah ini menggandeng JKPKA yang merupakan organisasi non profit, beranggotakan guru dan siswa yang peduli terhadap pelestarian sumber daya air dan Perum jasa tirta I yang berperan dalam menyelenggarakan pemanfaatan umum atas air dan sumber-sumber air yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak, serta pengelolaan wilayah daerah aliran sungai (DAS) mengusung tema mengurangi plastik

Ketua LP2M Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. memberikan sambutan

 “Harapannya program ini terus berjalan, jika selama ini JKPKA berfokus pada edukasi kepada guru dan siswa, kami berharap kedepannya ini bisa menjawab isu-isu terkait kualitas air. Kedepan kita harapkan kegiatan ini bisa masuk edukasi kepada masyarakat. Mulai dari penyuluhan, sosialisasi dan pelibatan masyarakat dalam kegiatan peduli kualitas air sungai. Perbaikan kualitas air di daerah sungai ini menjadi tanggungjawab kita bersama semakin lebih baik.” jelas sekretaris perum jasa tirta I dalam sambutannya.

Ardyanto Tanjung , S.Pd, M.Pd Kepala Pusat Kebencanaan Mitigasi dan Lingkungan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UM

Lanjutnya Markus menjelaskan bahwa kegiatan ini memperlukan dorongan dari masyarakat, “Kita perlu komunitas, wadah dan orang yang giat. Tujuan kita ingin menyelamatkan air dan kehidupan berikutnya hingga menjadi paru-paru dunia. Meski jumlah orang yang aktif belum banyak, tapi jika kita terus menerus menjadi dan mencari orang-orang yang berkompeten dan mau peduli. Kami dari UM selain memberikan dorongan dari sisi akademik, juga melakukan riset, pengabdian masyarakat dan siap membantu dan bekerja sama.” tuturnya.

JKPKA mempunyai visi untuk mewujudkan sekolah yang peduli terhadap sumber daya air, sungai dan lingkungan sekitar yang berperan sebagai organisasi yang mengkoordinasi sekolah-sekolah dan mencetak agen kepedulian dalam pelestarian sumber daya air di wilayah DAS Brantas Jawa Timur khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Pewarta           : Riska Febrianti – Internship Humas UM