image_pdf

Malang. Tiktok Edukasi (Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Berbasis Tiktok) merupakan kegiatan kampanye kreatif kepada masyarakat. Kelompok PPID berinisiatif untuk mengajak masyarakat luas khususnya dalam hal ini kalangan pemuda untuk mematuhi prosedur keselamatan di jalan raya. Nama PPID sendiri diambil dari nama tempat berkumpulnya mahasiswa yang berlatar belakang sama, yakni mahasiswa Internship Humas UM yang mempunyai visi dan misi untuk mengabdi kepada almamater UM tercinta.

Kelompok ini digawangi oleh 5 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yaitu Nuri Riskian, Abdul Fattah, Riki Pratama, Aviatul Mauludiyah dan Mohammad Hilmy Nafi’. Kampanye ini dilaksanakan (15 September-15 Oktober) atau kurang lebih selama 1 bulan dalam platform digital. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi kelompok PPID karena ada batasan untuk berkumpul dengan banyak orang dan protokol kesehatan yang ada.

Korelasinya Video Tiktok menjadi platform pilihan selain digandrungi masyarakat luas juga untuk meminimalisir efek negatif apabila platform ini disalahgunakan. Sehingga kampanye kreatif nan positif menjadi pilihan untuk mengedukasi masyarakat luas dalam mematuhi rambu lalu lintas di era pandemi. Sehingga tujuan yang diharapkan dari kelompok PPID terkait upaya untuk membantu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia dapat tercapai. Selain itu setelah diadakannya kegiatan sosialisasi ini masyarakat mendapat pengetahuan keselamatan dan tata tertib lalu lintas yang selanjutya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain dari segi sasaran, materi Tiktok Edukasi (Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Berbasis Tiktok) berbeda dengan sosialisasi keselamatan lalu lintas lainnya. Selain menampilkan fakta-fakta kecelakaan lalu lintas dan safety driving, kami juga menambahkan Undang-Undang yang berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas, etika dan tata cara berlalu lintas. Diantaranya Pasal 134 UU LLAJ NO. 22/ 2009 yang membahas pengguna jalan yang memperoleh hak utama. Hampir sebagian besar orang menganggap bahwa ambulans lah yang paling didahulukan ternyata bukan, yang lebih diutamakan adalah kendaraan pemadam kebakaran kemudian setelah itu baru ambulans.

Nuri Riskian salah satu penggagas dari kampanye ini menuturkan keunggulan platform ini dibanding yang lainnya. “TikTok merupakan jaringan sosial dan platfom video musik yang banyak digemari oleh masyarakat saat ini. Konten yang ditawarkan oleh media ini beragam, mulai dari konten bisnis, konten edukasi, sampai konten hiburan. Salah satu manfaat dari TikTok ada pada konten edukasi antara lain edukatif, interaktif, kreatif, inovatif dan tidak membosankan. Dengan durasi terbatas dan penjelasan yang singkat dan padat, para penikmat TikTok tidak akan merasa jenuh,” ujarnya.

Pewarta: Aviatul Mauludiyah – Internship Humas UM