image_pdf
Penyerahan Handsanitizer dari Dekan FMIPA UM kepada Koordinator Satgas Covid-19 UM

Malang. Virus corona (Covid-19) dinyatakan pandemi dan menjadi problematika seluruh penduduk dunia tak terkecuali bagi Universitas Negeri Malang (UM). Awak media yang terus up to date terkait perkembangan covid-19 membuat masyarakat khusunya mahasiswa waspada dan menjaga diri dengan banyak upaya. UM sebagai salah satu perguruan tinggi negeri dikawasan zona merah (Malang) dalam hal ini  mengambil tindak lanjut untuk terus menggencarkan pencegahan Covid-19 mulai dari pembentukan tim satgas khusus pencegahan covid-19, penyemprotan disinfektan diseluruh lingkungan kampus, pengecekan suhu tubuh saat masuk kampus dan menyediakan handsanitizer gratis.

Handsanitizer yang dibagikan

Menilik harga handsanitizer yang melambung tinggi sejak coid-19 sampai menguras kantong mahasiswa, maka tim dari jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memproduksi handsanitizer yang berstandar WHO (3/4). Kegiatan produksi ini dilakukan di laboratorium kimia FMIPA UM dibantu dengan alat dan tenaga dari dosen, ketua laboratorium, mahasiswa maupun pihak lain yang mendukung.

Foto Bersama Tim Laboratorium Kimia FMIPA UM dengan Satgas Covid-19 UM

Sehubungan dengan itu Dekan FMIPA UM mengatakan bahwa kali ini UM produksi handsanitizer sebanyak 2134 botol yang akan dibagikan secara gratis untuk sivitas UM dan masyarakat pada umumnya. “Dalam rangka menekan dampak covid-19 ini, maka kami dari FMIPA UM membuat handsenitizer dan mengemasnya ke dalam botol spray untuk bisa dibagikan ke masyarakat dan mahasiswa. Jumlah handsenitizer yang dibagikan ada 2134 di dalam botol spray dengan volume 60 ml. Harapannya covid 19 bisa segera hilang dari sehingga proses perkuliahan bisa berlangsung lagi dengan baik. Kami belajar dari kejadian ini ternyata FMIPA bisa memberikan kontribusi yang lebih banyak kepada masyarakat dengan menghasilkan bahan-bahan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.” jelasnya.

Menyambung penjelasan dari Dekan FMIPA, Ketua laboratorium kimia FMIPA UM, Dr. Sc, Anugrah Ricky Wijaya, S.Si., M.Sc. menjelaskan bahwa untuk bahan pembuatan handsanitizer pada gelombang kedua ini masih sama dengan produk awal hanya saja aroma yang diberikan yaitu melati karena dianggap banyak disukai berbagai kalangan “Untuk kali ini kami tuliskan bahan-bahan yang diperlukan, kemudian bahan itu nanti disediakan satgas covid-19 seperti halnya pada produksi pertama. Total sekarang sudah produksi handsanitizer sebanyak 200 liter dan sudah dibagikan. Kami membuat produknya menggunakan alat dari FMIPA UM sendiri. Untuk kemasannya kita beri stiker dan aroma melati karena banyak disukai oleh sivitas UM.” tuturnya.

Pewarta           : Riska Febrianti – internship Humas UM