image_pdf

Malang(26/03). Lebih dari satu tahun Indonesia dan dunia dilanda pandemi Covid-19 yang tentu berdampak pada seluruh sektor tidak terkecuali pada sektor pendidikan. Tahun ini, Universitas Negeri Malang (UM) kembali menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa semester akhir khusus edisi Covid-19. Dalam KKN edisi Covid ini terdiri dari beberapa jenis KKN salah satunya KKN tematik. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra UM kembali menyelenggarakan KKN Tematik. Dalam KKN ini mahasiswa dikelompokkan berdasarkan bidang ilmu untuk melaksanakan kegiatan KKN sesuai dengan keahlian masing-masing yang tetap mengacu pada aturan-aturan KKN Edisi Covid

Adanya ketentuan tersebut tidak menyurutkan antusias mahasiswa dalam mengabdi pada masyarakat. Hal ini terbukti adanya kelompok mahasiswa KKN Tematik Sastra Indonesia di desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang yang tetap antusias mengabdi sambil belajar berkegiatan untuk meningkatakn Literasi masyarakat yang bekerjasama dengan Republik Gubuk, pencetus gubuk baca yang mengajak pemuda untuk ikut serta menumbuhkan literasi dan budaya pada generasi muda.

Fachrul Alamsyah, Pendiri Republik Gubuk mengungkapkan bahwa Republik Gubuk adalah organisasi yang didirikan pada September 2014, dibantu dengan beberapa santri salah satu pondok pesantren untuk mendirikan sebuah gubuk baca. Awalnya organisasi ini bernama Taman Baca Lentera Negeri. Seiring berjalannya waktu perkumpulan ini berubah nama manejadi Republik Gubuk. Tidak disangka ternyata pergerakan ini memberikan daya tarik tersendiri kepada para pemuda sehingga dapat merangkul massa yang lebih banyak lagi, sampai saat ini berdiri 35 gubuk baca yang dikelola langsung oleh pemuda di kampung masing-masing.

Gubuk baca ini menjadi Gerakan yang menginspirasi pemuda sekitar. Tujuan utamanya adalah agar meningkatkan sumber daya manusia didaerah masing-masing. Banyak kegiatan yang rutin dilaksakan oleh organisasi ini yang berfokuskan untuk meningkatkan minat membaca dan literasi anak-anak. “Republik Gubuk menjadi wadah untuk membangun kampung sendiri dan mereka sendirilah yang menjadi pelakunya” ujar Fachrul.

Salah satu program yang ada di republik gubuk ini yaitu program preman mengajar dimana para pemuda diarahkan untuk saling mengajar anak-anak di gubuk baca sekaligus belajar dengan memberikan contoh yang baik kepada anak anak yang ada di masing-masing gubuk baca.

“Republik Gubuk menjadi pergerakan Literasi yang tidak hanya bergerak pada kegiatan membaca tekstual tetapi bagaimana literasi dapat kita tangkap secara visual dan verbal sehingga bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam tujuan meningkatkan sumber daya manusianya” ungkapnya.

Pewarta : Fatin Rona (Mahasiswa KKN Tematik Sasindo Desa Sukolilo)