image_pdf

Penyerahan 2.000 masker non medis secara simbolis

Malang. Penyaluran 2000 masker Non Medis kepada Pemerintah Kota Malang berhasil dilaksanakan oleh Universitas Negeri Malang (UM) pada Kamis (6/8). Donasi masker tersebut disambut baik Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Alie Mulyanto.

Ilmuwan dan tenaga medis di seluruh dunia telah mengadakan riset mengenai penggunaan masker dalam rangka memutus penyebaran pandemi Covid-19 yang masih meluas. Kajian ini tentu didasarkan pada cara penularan Covid-19 yang melalui cairan atau droplet yang dapat menyebar melalui batuk atau bersin. Ketika seseorang yang terinfeksi Covid-19 batuk, penderita akan mengirim semprotan droplet berupa lendir dan tetesan air liur yang menyebar dari mulut penderita.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Alie Mulyanto

Oleh sebab itu, masyarakat diharuskan mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19. Namun, ketersediaan masker yang menipis bahkan sempat kosong dipasaran menyebabkan masker sulit didapatkan. Dalam hal ini, pemerintah menginisiasi masyarakat umum untuk penggunaan masker kain ketika beraktivitas di luar ruangan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Sedangkan masker medis diprioritaskan hanya bagi pasien Covid-19 dan petugas kesehatan, terutama yang merawat pasien Covid-19.

Sejalan dengan hal ini, BPBD Kota Malang melaksanakan gerakan pembagian berjuta-juta masker kain kepada masyarakat Malang. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, UM membantu mendonasikan 2000 masker non medis kepada Pemerintah Kota Malang. Hal ini dilakukan agar terpenuhinya kebutuhan masker bagi masyarakat Malang dalam memutus penyebaran Covid-19.

Penyerahan Masker

Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto menjelaskan dalam pembagian masker tersebut, pihaknya telah bekolaborasi dengan beberapa instansi pemerintah, swasta, kelompok-kelompok masyarakat, awak media, kalangan akademisi salah satunya UM. “Kekuatan pembangunan suatu wilayah, khususnya dalam melawan pandemi Covid-19 perlu didukung oleh semua lapisan.

Maka kolaborasi ini hadir dengan konsep pembangunan ‘pentahelix’ dimana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam melawan pandemi ini”, tambahnya. Kolaborasi pendistribusian masker dalam melawan Covid-19 khususnya di Kota Malang tersebut dinamai dengan “Gerakan Berjuta-juta Masker”, pasalnya pihaknya menargetkan satu juta lima ratus masker untuk Kota Malang.

Penulis : Siti Nuradilla – Internship Humas UM