image_pdf
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd (kiri) bersama Deputi Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Irjen Pol. Achmad Kartiko mewakili Kepala BP2MI melakukan penandatanganan perjanian kerjasama.

Jakarta- Tren penempatan Pekerja Migran Indoensia (PMI) pada tahun 2022 berada pada jalur yang positif, dimana per 13 September 2022, penempatan PMI sudah mencapai angka 108.176. Meskipun tidak dapat dipungkiri dalam dua tahun terakhir Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) juga mendapatkan laporan terkait masalah yang dihadapi PMI,  yaitu sebanyak 79.153, PMI yang sakit sebanyak 3.306 dan 1.421 jenazah.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Irjen Pol. Achmad Kartiko mewakili Kepala BP2MI dalam penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Lembaga dan Institusi Pendidikan, termasuk dengan Universitas Negeri Malang (UM), Selasa, 1 November 2022, d i Ruang Command Center BP2MI.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan sambutan saat penandatanganan perjanian kerjasama dengan BP2MI.

“Potret kelam ini harus kita akhiri. Sesuai arahan Kepala BP2MI, kami tidak henti-hentinya memerangi sindikasi penempatan ilegal PMI, dan ini kami canangkan sebagai salah satu program prioritas BP2MI”, terangnya.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Achmad Kartiko mengapresiasi penandatanganan Kerjasama yang dilakukan dengan Lembaga Pendidikan hari ini.

“Kami berharap kolaborasi yang kita jalin dapat mengakselerasi tren positif penempatan PMI yang berbasis kompetensi sebagai upaya menekan angka pengangguran dan memberikan multiplier effect bagi pembangunan khususnya pada daerah-daerah yang menjadi kantong-kantong PMI,” tambahnya.

Sementara itu Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd menyampaikan Kerjasama ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pihaknya untuk menghasilkan alumni yang kompetitif dan siap berkecimpung dalam dunia kerja di luar negeri.

“Saat proses penyusunan Kesepakatan, kami tergelitik atas satu pertanyaan, yakni apakah telah dilakukan pemetaan mahasiswa yang akan bekerja di luar negeri? Kami merasa tertantang untuk menyusun kurikulum bagi mahasiswa agar bisa menguasai kemampuan terkhusus kemampuan bahasa untuk negara-negara tujuan penempatan. Semoga di bawah koordinasi BP2MI kita bisa mewujudkan diaspora Indonesia yang maju sebagaimana telah dilakukan oleh Negara China dan India”, ungkapnya.

Selain UM, Penandatanganan Kerjasama ini juga melibatkan Lembaga Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Muhammadiyah Kalimantan Barat dan Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Syeidza Saintika Sumatera Barat.

Penulis : Suhardi