image_pdf
Dra. Hj. Komariyah Kabag Humas dan Kerjasama (KSH) beserta Ifa Nursanti, S.AP Kasubag Humas UM, dan Nuri Riskian mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia

Yogyakarta. Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air dengan Sistem Informasi (Permata Sakti) sudah masuk dalam episode akhir. Dra. Hj. Komariyah Kabag Humas dan Kerjasama (KSH) beserta Ifa Nursanti, S.AP Kasubag Humas Universitas Negeri Malang (UM) menyambangi sekaligus melaksanakan monev Program Permata Sakti di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Monev yang dilaksanakan Selasa (12/11) di Rektorat UNY lantai 3 bertujuan untuk menyamakan presepsi antar kampus mengenai program ini. Monev ini menjadi fase akhir dari berbagai proses yang telah dilaksanakan dan untuk evaluasi agar lebih baik kedepannya.

Program yang dilaksanakan di 12 perguruan tinggi di Indonesia seperti UNP, Unimed, UNJ, UPI, UNY, Unnes, UM, Unesa, Undhiksa, UNM, UNG dan Unima. Selain bertugas mahasiswa di setiap kampus, juga dilaksanakan pertukaran budaya yang dibawa oleh setiap perwakilan. UM mengirimkan 12 mahasiswa pilihan yang telah melalui berbagai tes dan berkas yang harus dikumpulkan, yang harapannya mampu membawa wajah UM yang terbaik. Sehingga mahasiswa yang berangkat ini nantinya mampu menyalurkan pengalamannya ke mahasiswa UM bahwa setiap kampus memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing.

Kabag KSH dan Kasubag Humas UM berfoto bersama dengan Staf ULT UNY

Nuri Riskian mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia ini mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti acara ini.

“Banyak sekali suka dan duka di program Permata Sakti ini, tapi lebih banyak sukanya karena memang Yogyakarta ini menjadi cita-cita saya dari dulu. Meskipun hanya 3 bulan saja pelaksanaannya namun pengalamannya sangat luar biasa. Teman-teman dari daerah lain pun menyambut kami perwakila UM dengan welcome. Bahkan dosen disini banyak mengadakan sharing pengalaman kami untuk dibagikan ke teman-teman kelas di UNY,” ujarnya.

“Banyak juga kegiatan studi budaya yang dilaksanakan di program ini mulai dari keindahan candi Prambanan sampai dinginnya hutan Pinus Keragilan yang ikonik untuk foto. Pokoknya tidak akan merugi kalau ikut kegiatan ini, selain berwisata gratis ilmu pun juga didapat. Istilahnya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan foto bersama sekaligus sharing tentang suka dan duka dalam pengelolaan Permata Sakti.

Pewarta: Nuri Riskian – Internship Humas UM