image_pdf
Penyampaian materi oleh Adi Cilik Pierewan, Ph.D selaku Direktur KUIKK

Malang. Setelah mendapatkan pengakuan akreditasi tingkat ASEAN pada program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Pendidikan Bahasa Inggris, Biologi, dan Fisika, Universitas Negeri Malang (UM) melanjutkan gairahnya untuk terus mendapatkan akreditasi lebih tinggi. Hari ini (22/10) UM melaksanakan Sosialisasi Akreditasi Internasional dengan tim narasumber berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Ruang Sidang Senat, Graha Rektorat Lantai 9, UM. Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., selaku Wakil Rektor IV UM menyampaikan tujuan sosialisasi tersebut adalah dalam rangka mempersiapkan Prodi UM untuk mendapatkan akreditasi Internasional.

Tim narasumber dari UNY pada sosialisasi tersebut dihadiri oleh Dr. rer. nat. Senam, M.Si, selaku Wakil Rektor IV UNY  dan Adi Cilik Pierawan, Ph.D., selaku Direktur Kantor Urusan Internasional dan Kemintraan (KUIKK) UNY. Sedangkan dari pihak UM, sosialisasi di hadiri mulai Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Ketua Jurusan, dan Koordinator Prodi.

Penyampaian materi oleh Dr. rer. nat. Senam selaku WR IV UNY

“Yang diundang pada kegiatan ini mulai dari Rektor hingga tingkat Koordinator Prodi agar informasi dapat diterima secara langsung bagaimana UNY menyiapkan sedemikian rupa sehingga mengalami percepatan mendapatkan akreditasi internasional”, tutur WR IV UM itu.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu penyampaian materi dan diskusi tanya-jawab. Dalam sesi penyampaian materi Dr. rer. nat. Senam memaparkan bahwa saat ini UNY sudah ada 11 Prodi yang terakreditasi Internasional, 15 Prodi sedang menunggu sertifikat, 9 Prodi yang sedang menunggu visitasi, dan 8 Prodi yang juga menunggu visitasi dari lembaga akreditasi yang berbeda.

sambutan Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., selaku Wakil Rektor IV UM 2

Dr. rer. nat. Senam menjelaskan bahwa UNY bisa memiliki akreditasi internasional dengan sedemikian cepatnya karena berlatar belakang kekecewaan. UNY mendapatkan rasa kecewa ketika mempersiapkan akreditasi AUN-QA pada tahun 2019 yang kemudian mendapatkan jawaban bahwa visitasi akreditas akan dilakukan pada tahun 2020.

“Berlatar belakang itulah, UNY bergerilya mencari lembaga-lembaga akreditasi internasional. Kita menyusun setiap list lembaga akreditasi internasional dengan perincian-perinciannya” jelas WR IV UNY itu.

Kemudian, UNY jatuh cinta kepada dua lembaga akreditasi dan segera mempersiapkan segala yang dibutuhkan. Dua lembaga akreditasi tersebut yaitu Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Matemathics (ASIIN) yang pusatnya ada di United Kingdom (UK), dan Accreditation Service for International Schools, Colledges, and Universities (ASIC) yang pusatnya ada di Jerman.

“Pentingnya akreditasi internasional antara lain bukti kesetaraan prodi dengan dunia internasional, akreditasi internasional memberi gambaran mengenai kualitas outcome pendidikan, pengalaman selama akreditas internasional dapat ditularkan ke prodi lainnya”, jelas dosen jurusan pendidikan kimia UNY itu.

Dalam penyampaian materinya, Dr. rer, nat. Senam juga menyampaikan berbagai Mmnfaat akreditasi Internasional antara lain pertama Isu internasional program studi yang sekarang seluruhnya harus bersifat global.

“Kedua, tantangan internasional, karena kita tidak boleh diam kalau kita sudah memiliki peringkat yang unggul karena ternyata semua prodi saat ini di dunia sudah berlari kencang, tinggal siapa yang paling kencang”, tuturnya.

Manfaat Ketiga yaitu mendapatkan pengakuan internasional, dan Keempat, pemenuhan sumber daya. Keempat manfaat tersebut akan mempengaruhi Kondisi univertias karena pasca akreditas akan terasa berbeda sekali dibuktikan banyaknya perubahan yang terjadi di lingkungan universitas.

Penyampaian materi dilanjutkan oleh Adi Cilik Pierawan, Ph.D., selaku Direktur Kantor Urusan Internasional dan Kemintraan UNY yang menjelaskan tahapan-tahapan selama pengajuan akreditasi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan sesi tanya-jawab.

Pewarta: Muhammad Nurrizal Zabawi – Internship Humas UM