image_pdf
Sambutan Ketua Senat UM Prof. Dr. Suko Wiyono

Malang. Sesama Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Unversitas Negeri Malang (UM) saling belajar satu sama lain sebagai upaya perbaikan program akademik dan kemahasiswaan. Senat UNY beserta rombongan yang berjumlah tujuh orang hadir di ruang sidang senat lt.9 Graha Rektorat UM dalam rangka studi banding dan disambut hangat oleh ketua Senat UM, Prof. Dr. Suko Wiyono beserta anggota senat lainnya.

Kunjungan pimpinan senat dan komisi senat UNY pada Rabu, (04/12) ini bertujuan untuk mengetahui strategi UM sebagai jawara MTQMN empat kali berturut-turut. Dr. Nasiwan, M.Si selaku sekretaris senat UNY dalam sambutannya memaparkan tujuan kunjungannya ke UM.

Senat UNY

“Hal-hal yang ingin kami ketahui dari kunjungan ini yaitu berkaitan dengan fungsi akademik dalam mendukung tercapaian tujuan kampus atau perguruan tinggi pada umumnya. UM berkali-kali memenangkan PIMNAS dan MTQMN, sehingga kami ingin belajar dan mengetahui apa strategi pembinaan mahasiswa di UM ini.” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua senat UM yang menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungannya UNY dan dilanjutkan dengan pengenalan anggota komisi senat UM bahwa di UM sendiri terdapat empat komisi yaitu Komisi Penelitian, Pengembangan Ilmu dan Pengabdian Kepada Mayarakat; Komisi Pendidikan, Pembelajaran, dan Kemahasiswaan; Komisi Kinerja dan Etika Akademik; Komisi Guru Besar.

Penyerahan Cinderamata

Menindaklanjuti tujuan UNY datang ke UM, Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.A selaku sekretaris senat UM memaparkan bahwa tidak ada strategi khusus.

“UM selalu mengikuti ajang MTQ setiap tahunnya dalam tingkat provinsi dan diajang perlombaan lainnya. Memang tidak ada strategi khusus dalam mengikuti ajang MTQMN tersebut, hanya saja mahasiswa mengembangkan bakat minatnya dinaungi Unit Aktivitas Mahasiswa (UKM) yakni Al-qur’an Study Club dan Badan Dakwah Mahasiswa (BDM). Untuk pembinanya sendiri dilakukan secara internal oleh dosen atau mahasiswa yang sudah mahir dibidangnya. Diketahui sampai saat ini banyak PTN se-Indonesia yang belajar ke UM terkait MTQ.” jelasnya.

Foto Bersama Senat UM dan Senat UNY

Menjawab pertanyaan dari UNY terkait pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed selaku ketua Lembaga Pendidikan dan Pengajaran (LP3) UM menerangkan bahwa UM tahun ini menetapkan matakuliah manajemen inovasi sebagai matakuliah universiter untuk mendorong inovasi dan ide yang nantinya dapat digunakan sebagai PKM.

“Kami tidak punya strategi dari mahasiswa semester satu untuk memulai membuat PKM. Akan tetapi ketika memperoleh metodelogi penelitian seorang mahasiswa dapat menjadikan hasil penelitiannya sebagai proposal untuk diajukan dalam bentuk PKM. Selain itu ada matakuliah manajemen inovasi yang dibuka mulai semester empat yang mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi dan mencetuskan idenya dalam berbentuk poster. Jika produk itu diteruskan bisa diajukan ke LP2M bersama dosen pendamping untuk tindak lanjut.

Pewarta           : Riska Febrianti – Internship Humas UM