image_pdf

Malang. Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pusat Pengkajian Pancasila (P2P) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan diskusi lintas pandang dengan tema “Narasi Agama dalam Politik” bertempat di Aula lantai 2 P2P UM (14/03). Diskusi ini diadakan untuk memberikan pandangan kepada mahasiswa mengenai pentingnya mengetahui perkembangan politik di Indonesia yang mulai menggunakan narasi politik untuk kepentingan golongan tertentu. Melalui pemaparan materi dari Rani Prita Prabawangi, S.Hub.Int. M.Si. selaku pemateri yang juga dosen jurusan Hukum Kwarganegaraan (HKn) UM tersebut, para audience yang berjumlah kurang lebih 50 peserta banyak mendapat pengetahuan baru berkenaan dengan kehidupan politik di Indonesia akhir-akhir ini.

Acara tersebut dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka serta pemaparan materi. Rani Prita Prabawangi, S.Hub.Int. M.Si. memantik acara diskusi ini dengan memberikan pemaparan mengenai kondisi perpolitikan di Indonesia. Diskusi tanya jawab oleh peserta yang banyak sekali pertanyaan yang kritis menjadikan diskusi ini berlangsung meriah.

Rani Prita Prabawangi, S.Hub.Int. M.Si. menjelaskan mengenai perkembangan perpolitikan Indonesia.

“Indonesia merupakan negara yang multicultural sehingga demokrasi menjadi hal yang paling baik untuk menjadi landasan politik negeri ini. Namun, akhir-akhir ini mulai santer terjadi, sebuah kelompok menggunakan narasi agama untuk menjadi tunggangan politik. Maka, terjadilah gesekan-gesekan yang tidak terhindarkan yang menyebabkan mulai kurang kondusifnya perpolitikan negeri ini. Namun hal tersebut dapat kita tanggulangi asalkan kita mau bertoleransi dengan saudara-saudara kita yang memiliki latar belakang yang berbeda, dan saling membantu dalam kebajikan” ujarnya.

Arif Subekti salah satu peserta diskusi sore itu juga menyampaikan penjelasannya mengenai pentingnya toleransi.

“Toleransi menjadi sebuah hal yang penting dalam dunia demokrasi dewasa ini. Dimana perbedaan pilihan, pendapat dan pemikiran merupakan hal yang lumrah terjadi di masyarakat. Kebenaran menurut anda belum tentu benar menurut yang lain, karena kebenaran haqiqi datangnya hanya dari Tuhan Yang MahaEsa,” jelasnya.

Pewarta           : Nuri Riskian – Internship Humas UM