image_pdf

Malang. Untuk mencapai target universitas yaitu peningkatan peringkat dikancah nasional, tim pemeringkatan Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan Workshop Analisis Instrumen Pemeringkatan Kemenristek Dikti pada Selasa (09/07). Hal ini dilakukan karena Kemenristek Dikti menyediakan waktu selama tiga hari untuk menginput instrumen kinerja UM. Workshop yang diikuti oleh sebagian besar tendik seluruh fakultas tersebut diselenggarakan di Hotel Sahid Mentona Dua.

Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom selaku ketua tim pemeringkatan mengatakan bahwa workshop tersebut diadakan untuk menginput kinerja penelitian UM agar mendapatkan poin dalam pemeringkatan Kemenristek Dikti. Sehingga bisa menaikkan peringkat UM yang saat ini berada di peringkat 14 universitas terbaik di Indoneisa.

“Kita berusaha semaksimal mungkin agar bisa memenuhi kriteria penilaian baik oleh Ristekdikti, setelah masa masa input ini, pengumuman pemeringkatan universitas tingkat nasional akan disampaikan tanggal 17 Agustus nanti,” ujarnya.

Tendik UM sudah terbiasa dengan form input instrumen dalam borang Kemenristek Dikti. Hal ini dikarenakan mulai tahun 2019, UM memiliki aplikasi e-Monev yang singkron dan disamakan modelnya dengan Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (Simlibtamas). Sehingga saat UM membutuhkan data untuk Simlibtamas, bisa memudahkan pencarian data karena e-Monev telah mengumplukan data-data tersebut.

Tak hanya untuk peningkatan peringkat universitas, hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan status Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UM dari cluster utama ke mandiri. Nandang Mufti, S.Si., M.Si selaku kepala pusat material terbarukan LP2M menjelaskan bahwa terdapat peningkatan pendanaan yang sangat signifikan jika status LP2M berubah menjadi mandiri. Hal ini akan memudahkan UM untuk melakukan research berkelanjutan.

“Dalam jangka waktu tiga hari yang telah disediakan Ristekdikti ini, diharapkan bisa digunakan sebaik mungkin dan dikerjakan seoptimal mungkin. Agar target UM tahun ini bisa terwujud,” tambahnya.

Pewarta           : Ulya Aziza Fitriya – Intrenship Humas UM