image_pdf

Bayan (16/11). Guna membentuk desa tangguh bencana dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana, mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana Universitas Negeri Malang (UM) bekerja sama dengan pemerintah desa menginisiasi dibentuknya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sambik Elen. Kegiatan ini bertempat di Aula Kantor Desa Sambik Elen dengan dihadiri oleh para kepala dusun, delegasi tiap dusun, anggota karang taruna dan anggota PKK. Dalam pertemuan ini berhasil dibentuk susunan organisasi FPRB Desa Sambik Elen yang diketuai oleh Muliadi.  

Terbentuknya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) merupakan salah satu program kerja utama KKN Tematik UM di Desa Sambik Elen, Bayan, Kab. Lombok Utara.  Setelah melaksanakan persiapan selama dua minggu, akhirnya terselenggaralah kegiatan pembentukan  FPRB Desa Sambik Elen di hari Sabtu, 16 November 2019.

Kegiatan pembentukan FPRB diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana dan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sambik Elen. Setelah itu, dilanjut dengan pemberian materi mengenai FPRB dan tugas-tugasnya oleh fasilitator.

Dalam sambutannya, Mustihadi selaku ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sambik Elen mengungkapkan harapan dengan dibentuknya FPRB.

“Semoga FPRB dapat melakukan tugas sesuai fungsi dan wewenangnya, baik pra bencana, saat bencana berlangsung dan pasca bencana. FPRB diharapkan menjadi tim yang tanggap dan tangguh, utamanya dalam pemberian pertolongan kepada masyarakat ketika bencana berlangsung. Meski besar harapan saya, tidak akan ada lagi bencana ke depannya.”

Dalam kegiatan tersebut, Ridho selaku perwakilan dari BPBD NTB turut menyampaikan maksud dan tujuan dibentuknya FPRB di Desa Sambik Elen serta memimpin proses pemilihan ketua, koordinator divisi, dan anggota-anggota FPRB.

Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, akan diadakan pertemuan angggota FPRB guna mematangkan program kerja FPRB ke depan. FPRB yang telah dibuat akan berada di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dan akan mendapat pengarahan-pengarahan dari fasilitator BNPB.  (rd/ny)

Pewarta: Siti Zamroh Racma Danti; Ninda Yulia Puspadewi