image_pdf

Malang. Mahasiswa sebagai agent of change dituntut membawa perubahan yang positif bagi masyarakat utamanya dalam bidang pendidikan. Hal itu sudah dibuktikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) bersama Dewan Mahasiswa Fakultas (DMF), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Aktivitas (UA) yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Yayasan Ulul Albab, RT 06, RW 07 Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang, Malang pada Sabtu (30/3).

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk perwujudan dari tri dharma perguruan tinggi yang mempunyai tujuan untuk mewujudkan kepedulian sesama anak bangsa dan berbagi ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung sehari dimulai pukul 06.00 WIB pemberangkatan menuju lokasi sampai pukul 16.00 WIB. Usai tiba dilokasi, seluruh mahasiswa melaksanakan apel pembukaan diawali dengan sambutan ketua pelaksana, ketua umum, kepala sekolah setempat dan pelepasan burung sebagai simbolik pembukaan acara.

Mahasiswa yang ikut serta kegiatan ini dibagi tugas diberbagai kegiatan, diantaranya bersih-bersih ruang kelas mulai dari Kelompok Belajar (KB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Mushola, taman dan halaman yang dilaksanakan sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Ketika pembelajaran dimulai, mahasiswa juga ikut mengajar mata pelajaran disetiap kelas mulai dari tingkat KB, SD, dan SMP. Kegiatan pembelajaran ini mengajarkan mahasiswa untuk unjuk diri dalam mengajar dihadapan puluhan siswa dan bentuk implementasi dari khasanah ilmu yang sudah didapat mahasiswa.

Usai kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan kegiatan bimbingan belajar mulai dari membantu mengerjakan tugas dari guru, bimbingan belajar Al-Quran, ikut serta membantu dalam ekstrakurikuler seni dan olahraga. Dari kegiatan ini, mahasiswa harus aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dalam mengajar maupun membimbing belajar siswa.

“Anak-anak disini sangat antusias dengan agenda ini. Mereka aktif mendengar, mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Namun, ada hal yang baru saya ketahui bahwa sekolah yang notabene tak jauh dari kota Malang siswa-siswanya tidak bisa berbahasa Jawa. Mereka justru fasih berbahasa Madura, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.” ujar Pridianti, salah satu anggota ormawa yang mengikuti pengabdian masyarakat.

Pewarta           : Riska Febrianti – Internship Humas UM