Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menjadi sorotan nasional setelah menggelar Asian Student Fashion Week (ASFW) 2026 dan dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Indonesian Mode Design Association (IMODEA), Minggu (10/5). Forum bertema Roadmap Program Studi Desain Mode: Strategi Akselerasi Karier Dosen Berdasarkan Kepman 39/2026 tentang Layanan Pengembangan Karier Dosen tersebut berlangsung di Graha Rektorat UM lantai 9.

Mengusung tema Roadmap Program Studi Desain Mode: Strategi Akselerasi Karier Dosen Berdasarkan Kepman 39/2026 tentang Layanan Pengembangan Karier Dosen, kegiatan digelar di Graha Rektorat UM lantai 9. Munas ini mempertemukan anggota IMODEA dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia untuk menyusun arah pengembangan pendidikan desain mode yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri kreatif global.

Tak sekadar forum diskusi, Munas IMODEA menjadi ruang konsolidasi akademik bagi para dosen dan pengelola Program Studi Desain Mode. Fokus utama pembahasan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan jenjang karier dosen, hingga strategi melahirkan desainer muda yang mampu bersaing di industri fashion internasional.

Prof. Dr. Ir. Muladi, S.T., M.T. menegaskan bahwa perguruan tinggi dituntut mempercepat peningkatan kualitas akademik dosen sesuai arahan kementerian.

“Tuntutan dari kementerian bahwa sebagai PTN-BH, 50 persen dosennya harus guru besar dan 85 persen harus doktor. Sehingga dosen dituntut segera naik jabatan bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan bersama yang menyangkut program studi,” ujarnya saat membuka acara.

Sebagai langkah konkret, IMODEA merancang program guest lecturer lintas kampus untuk lima mata kuliah dengan dua kali pertemuan pada setiap mata kuliah. Program tersebut melibatkan dosen-dosen ahli dari berbagai perguruan tinggi anggota IMODEA guna memperkuat kolaborasi akademik dan memperluas wawasan keilmuan dosen maupun mahasiswa.

Ketua IMODEA, Dr. Tjok Istri Ratna C.S., S.Sn., M.Si., mengatakan bahwa program tersebut menjadi upaya mempercepat pengembangan kompetensi tenaga pengajar di bidang desain mode.

“Guest lecturer ditujukan sebagai pertukaran insight untuk memperluas perkembangan karier dosen,” katanya.

Selain membahas pengembangan karier dosen, forum IMODEA juga menyoroti peluang pemanfaatan pameran seni internasional sebagai pengganti publikasi jurnal bereputasi Q1. Namun, pameran yang diikuti harus memiliki reputasi tinggi dan diselenggarakan oleh institusi yang telah berpengalaman minimal tujuh tahun.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka ruang pengakuan akademik yang lebih relevan dengan karakter bidang seni dan desain mode. Dengan demikian, dosen tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif yang diakui secara internasional.

Sebagai tuan rumah, UM menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kreativitas dosen dan mahasiswa melalui kolaborasi akademik serta penguatan industri kreatif berbasis inovasi. Upaya ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas, tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-9 tentang inovasi dan infrastruktur industri kreatif.

“Kita sebagai dosen Desain Mode harus terus meningkatkan kualitas diri karena dari kita lahir desainer-desainer terkenal,” tutup Dr. Tjok Istri Ratna.

Pewarta: Zahra Medina Nur Alia – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it