Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang — Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat diplomasi pendidikan internasional melalui penerimaan kunjungan dari Menteri Kedutaan (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Dr. Hasnul Faizal Bin Hushin Amri, Kamis (30/4), di Graha Rektorat UM lantai 8.

Rektor UM, Prof. Hariyono, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret mempererat hubungan strategis antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Diharapkan hubungan ini mampu melahirkan inovasi bersama yang berdampak luas bagi kedua negara,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Hasnul Faizal menyoroti eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia yang telah terjalin secara konsisten. Ia menyebut intensitas kunjungan antarinstansi pendidikan menjadi bukti kuat kedekatan kedua negara. “Hubungan Malaysia–Indonesia ini sudah sangat akrab,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari education diplomacy yang secara rutin dilakukan oleh pihaknya. Menurutnya, pemilihan UM didasarkan pada reputasinya sebagai perguruan tinggi unggulan. “Pemilihan Universitas Negeri Malang ini adalah karena universitas ini merupakan universitas yang tersohor dan terunggul dalam bidangnya,” jelasnya.

Pemerintah Malaysia, lanjutnya, juga memberikan apresiasi terhadap berbagai bentuk kerja sama yang telah berjalan antara UM dan sejumlah universitas di Malaysia. “Kita lihat sudah banyak kerja sama yang telah dilaksanakan secara intensif bersama universitas-universitas di Malaysia, dan ini merupakan penghargaan atas kerja sama yang sudah lama berlaku di antara kedua-dua negara,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, UM mengajukan terobosan strategis berupa penguatan program double degree yang mencakup jenjang sarjana hingga doktoral. Program ini dinilai mampu membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara sekaligus meningkatkan daya saing global lulusan.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Hasnul Faizal menyambut positif dan menyatakan komitmen untuk memperluas kerja sama ke depan. “Kita harap ke depan nanti ada banyak lagi kerja sama yang kita dapat laksanakan dan hubungan-hubungan ini kita perbaiki dari masa ke masa,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa rencana implementasi program double degree tengah dirancang, meski masih menghadapi sejumlah tantangan teknis.

Kolaboratif dan berdampak global, langkah ini sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan poin 17 tentang kemitraan global. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi antarnegara.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi UM untuk memperluas jejaring internasional sekaligus mempertegas perannya sebagai pusat pendidikan unggul di kawasan ASEAN.

Pewarta: Keynisya Pentania Sofyani – Internship Humas UM
Fotografer: Sudrajat Arif Wicaksono – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it