image_pdf
Dua mahasiswi Jurusan IKM FIK UM peminatan Kesehatan Lingkungan mendemonstrasikan pembuatan pupuk Kompos

Poor. Pandemi Covid19 tidak menghalangi Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (IKM FIK UM) untuk melakukan Program Pengabdian Masyarakat di bidang Kesehatan Lingkungan. Kegiatan pengabdian yang diketuai oleh ibu dr. Hartati Eko Wardani, M.Si.Med ini, diselenggarakan di RT 33/ RW 07 Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah daun di wilayah desa tersebut yang jumlahnya kian hari kian bertambah, karena tidak ikut diangkut oleh tukang sampah. Penanganan yang telah dilakukan selama ini adalah hanya dengan membakar sampah daun. Hal ini tentu saja menimbulkan problem baru yakni pencemaran udara. Untuk itu, perlu kiranya sampah daun dikelola hingga menjadi produk yang bermanfaat, yaitu melalui proses pengomposan.

Foto bersama seluruh peserta dan Tim Abdimas FIK UM setelah pelatihan

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertempat di gedung TK Tunas Mulia pada hari Minggu 4 April 2021 lalu, dihadiri oleh 11 warga RT 33 RW 07 Desa Pandanlandung. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua RT 33. Dalam sambutannya, Bapak Tri Nufi Sudarwanto berharap agar kegiatan ini berkelanjutan dan dapat diselenggarakan di level yang lebih tinggi (RW).

Setelah sambutan oleh ketua pelaksana yaitu ibu dr. Hartati Eko Wardani, M.Si.Med , acara dilanjutkan dengan pemaparan materi Pembuatan Pupuk Kompos oleh Bapak Muhammad Al-Irsyad, S.KM., M.P.H. Beliau menyampaikan, pembuatan kompos prinsipnya adalah menguraikan daun dengan bantuan mikroorganisme. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara aerob ( di lahan terbuka, terekspose oksigen , namun terlindung dr air hujan) atau bisa dengan cara anaerob (tertutup rapat, tidak terkespose oksigen maupun sinar matahari). Kedua cara tersebut masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Namun pada kegiatan kali ini, pengomposan dilakukan dengan cara anaerob.

Selanjutnya adalah praktik langsung pembuatan kompos dari sampah daun didukung dengan alat dan bahan berupa ember, karung beras, sarung tangan plastik , pisau, sampah daun, larutan EM 4, air, dan gula. Kegiatan praktik yang didemonstrasikan oleh dua mahasiswi Jurusan IKM FIK UM peminatan Kesehatan Lingkungan tersebut diikuti oleh warga dengan antusias. Menurut Bapak Muhammad Al Irsyad, pupuk kompos yang berhasil memiliki ciri-ciri warna kehitaman dengan tekstur seperti tekstur tanah, bau seperti bau tanah, apabila diukur kandungan Carbon/Nitrogen sebesar 10-20:1 dan suhunya seperti suhu air tanah. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan secara berkala pada pupuk yang telah dibuat hingga 10-14 hari.

Pewarta: Muhammad Al-Irsyad, S.KM., M.P.H. – Dosen IKM FIK UM