Malang – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat komitmen dalam membangun kolaborasi sosial melalui program HAMAMAH (Khidmah Ijtima’iyyah lil Ummah) 2026 di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Program yang menjadi agenda pengabdian masyarakat Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Pendidikan Bahasa Arab tersebut berlangsung pada 25 Mei hingga 4 Juni 2026 dengan melibatkan mahasiswa angkatan 2025, Narasena.
HAMAMAH 2026 tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui kegiatan pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan lingkungan. Program ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Berbagai kegiatan yang dijalankan meliputi pengajaran di sekolah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), kerja bakti kebersihan desa, pembuatan taman mini, penyelenggaraan lomba bagi siswa sekolah dasar, hingga pembuatan video profil Desa Mendalanwangi. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kepedulian sosial, serta mendukung promosi potensi desa kepada masyarakat luas.
Di antara seluruh divisi yang terlibat, Divisi Pengajaran menjadi salah satu tim yang memulai kegiatan lebih awal. Sejak 25 Mei 2026, tim tersebut telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah dan TPQ yang tersebar di Desa Mendalanwangi. Tercatat sekitar 20 lembaga pendidikan menjadi sasaran program pengajaran.
Kehadiran mahasiswa di lembaga-lembaga tersebut memberikan tambahan pendampingan belajar bagi anak-anak sekaligus membantu meningkatkan motivasi mereka dalam menempuh pendidikan. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengimplementasikan kompetensi akademik yang telah dipelajari di bangku kuliah.
Tidak hanya menjalankan program kerja yang telah dirancang, mahasiswa PBA UM juga aktif mengikuti berbagai kegiatan masyarakat selama masa pra-HAMAMAH. Mereka turut serta dalam takbiran keliling bersama warga menjelang Hari Raya Iduladha serta membantu proses penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban.
Partisipasi tersebut menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan warga desa. Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang berkontribusi langsung terhadap kehidupan desa.
Kegiatan HAMAMAH berlanjut dengan apel pagi bersama Kepala Desa Mendalanwangi dan perangkat desa. Dalam kesempatan tersebut, kepala desa menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa serta memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki desa.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Negeri Malang. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” ujarnya.
Selanjutnya, mahasiswa bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan dan merawat fasilitas umum. Kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Pada sore harinya, Tim Pengajaran mengadakan pendampingan belajar mengaji di TPQ Desa Mendalanwangi. Sementara itu, tim lainnya melaksanakan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan ini memberikan manfaat sosial berupa penguatan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang memerlukan dukungan serta memperkuat nilai gotong royong di lingkungan desa.
Puncak rangkaian HAMAMAH 2026 digelar pada Rabu (3/6/2026) melalui kegiatan Lailatus Sholawat dan Majelis Taklim di Masjid Ath-Thariq, Desa Mendalanwangi. Acara tersebut menghadirkan Dr. H. Faris Khoirul Anam, Lc., M.H.I. sebagai penceramah yang memberikan tausiah kepada para jamaah.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Selain diisi dengan pembacaan selawat, acara juga dimeriahkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang sebelumnya telah diselenggarakan bagi anak-anak desa. Momentum ini menjadi sarana memperkuat nilai keagamaan, meningkatkan ukhuwah Islamiyah, serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Sepanjang pelaksanaan HAMAMAH 2026, berbagai program berhasil terlaksana dengan baik. Mulai dari pengajaran di sekolah dan TPQ, kerja bakti kebersihan lingkungan, bakti sosial, pembekalan kepemimpinan oleh Kepala Desa Mendalanwangi, hingga partisipasi mahasiswa dalam kegiatan keagamaan masyarakat.
Sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan, mahasiswa juga meninggalkan karya berupa kaligrafi yang dipasang di salah satu masjid di Desa Mendalanwangi. Karya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus menjadi simbol hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa PBA UM dan warga setempat.
Rangkaian HAMAMAH 2026 resmi ditutup pada Kamis (4/6/2026) di Kantor Desa Mendalanwangi. Acara penutupan dihadiri pengurus Departemen Sastra Arab UM serta perangkat desa. Suasana haru dan antusiasme mewarnai kegiatan yang ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada Kepala Desa Mendalanwangi, doa bersama, dan sesi foto bersama.
Melalui HAMAMAH 2026, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UM tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang dimiliki, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui kegiatan pengajaran, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui kerja bakti lingkungan, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penataan lingkungan desa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM