Malang — Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat posisi sebagai kampus berdaya saing global. Pada Senin (4/5) di Ruang Sidang Rektor Lantai 8, Graha Rektorat UM resmi menjajaki kerja sama strategis dengan The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) dalam bidang pendidikan, riset, dan inovasi.
Rektor UM, Prof. Hariyono, menegaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan global di sektor pendidikan tinggi. Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi bereputasi dunia seperti PolyU bukan sekadar simbolis, melainkan harus berorientasi pada dampak nyata.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya di bidang pengajaran, tetapi juga riset, publikasi, bahkan inovasi bersama. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagaimana kita benar-benar membangun kolaborasi nyata,” ujar Prof. Hariyono.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang dijajaki meliputi guest lecture, keterlibatan profesor sebagai penguji akademik, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga pengembangan riset kolaboratif lintas negara. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas akses sivitas akademika UM dalam ekosistem pendidikan global.
Dari pihak PolyU, kunjungan ini menegaskan komitmen mereka dalam membangun kemitraan internasional yang berdampak luas. Chairman Council PolyU, Dr. Tai-Fai Lam, menyampaikan antusiasmenya terhadap potensi kolaborasi dengan UM.
“Kami sangat antusias untuk memperluas kemitraan global, khususnya dengan institusi yang memiliki potensi kuat dalam penelitian dan pengembangan akademik untuk menciptakan dampak bersama,” ungkap Dr. Tai-Fai Lam.
Lebih lanjut, PolyU menyoroti pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam menjawab berbagai tantangan global. Hal tersebut diwujudkan melalui riset bersama, pertukaran akademik, serta pengembangan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Pertemuan ini juga membuka peluang tindak lanjut konkret, seperti penguatan komunikasi antarlembaga internasional dan penyusunan program kolaboratif dalam waktu dekat. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi ini menjadi fondasi penting bagi kerja sama berkelanjutan.
Selain aspek akademik, diskusi turut menyinggung kedekatan budaya antara Indonesia dan Tiongkok, termasuk Hong Kong, yang dinilai mampu memperkuat hubungan bilateral dalam konteks pendidikan dan riset.
Langkah strategis ini sejalan dengan komitmen UM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi, tujuan ke-9 (Industry, Innovation and Infrastructure) lewat penguatan riset dan inovasi, serta tujuan ke-17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan global yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi ini, UM optimistis dapat memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi sivitas akademika untuk berkontribusi dalam riset global yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Pewarta: Rahmatika Putri Rosyidi – Internship Humas UM
Fotografer: Abdul Aziz Tri Nugroho – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
