
Jakarta—Universitas Negeri Malang (UM) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat menggelar pertemuan penting guna membahas peluang kerja sama dalam pengembangan pendidikan dan industri, pada Rabu (11/9). Diskusi yang berlangsung di éL Hotel Group Corporate Office Jakarta ini dihadiri oleh para tokoh penting dari kedua belah pihak, dengan fokus pada inovasi, kolaborasi, dan peningkatan soft skills serta hard skills melalui program-program pendidikan vokasi.
Pertemuan ini dipimpin oleh Drs. Enggartiasto Lukita, mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (2016-2019), dan Ning Wahyu A. S.Pd., M.M., Ketua APINDO Jawa Barat, yang mewakili tim dari APINDO. Sementara itu, dari UM dihadiri oleh Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T., Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi., Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M., dan beberapa anggota tim lainnya yang terlibat dalam pengembangan kerja sama.
Memasuki sesi diskusi, Direktur PDIPHK Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T. mengawali dengan menyampaikan produk inovasi UM yang dapat ditawarkan sebagai peluang kerja sama. Kemudian, Enggartiasto Lukita menyoroti pentingnya kerja sama antara universitas dan industri untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa, contoh di bidang seni dan keterampilan lainnya. Ia memberikan contoh bagaimana industri perhotelan, seperti yang dikelolanya, bisa membuka lowongan bagi mahasiswa di bidang seni, seperti menyanyi, untuk tampil di tempat-tempat seperti Jatim Park atau Batu Night Spectacular (BNS). Hal ini juga dilengkapi dengan peluang magang dan pembenahan soft skills serta live skills yang relevan dengan dunia kerja.
Selain itu, inovasi teknologi dari UM juga menjadi sorotan, menurut Ning Wahyu yang juga seorang alumni Sastra Inggris UM, detail mengenai produk inovasi ini selain bermanfaat, juga terdapat potensi marketabilitas. Dengan demikian produk inovasi tersebut memiliki nilai jual kepada masyarakat. Disamping itu, Yuli Agustina, S.E., M.M. (Tim Pengembang Kerja Sama) memperkenalkan Badan Pengembangan Usaha dan Daya Alumni (BPUDA) UM, yang memiliki beberapa produk potensial untuk dapat kerja sama lebih lanjut dengan APINDO.
Kolaborasi ini juga menyentuh aspek pengembangan kurikulum untuk meningkatkan upskilling mahasiswa melalui program teaching factory. Program ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar langsung dari industri, seperti yang dilakukan di bidang otomotif bersama Suzuki, di mana mahasiswa mendapatkan pengalaman merancang hingga memperbaiki kendaraan secara langsung dengan pelanggan.
Kerja sama ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan terkait peningkatan kualitas pendidikan (SDG 4) dan kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17). Dengan adanya kolaborasi antara UM dan APINDO, diharapkan dapat tercipta inovasi-inovasi baru yang mendukung pengembangan SDM berkualitas, baik di sektor pendidikan maupun industri.
Pewarta: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
