
Malang – Pengembangan media imersif semakin relevan di era digital, khususnya dalam menciptakan pendidikan yang adaptif dan kontekstual. Menjawab tantangan ini, Universitas Negeri Malang (UM) meluncurkan kursus “Simulasi Visual” pada Sabtu (9/11). Dipimpin oleh Dr. Iriaji, M.Pd., kursus ini dirancang untuk memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan industri dalam meningkatkan kompetensi teknis.
“Kami berharap produk ini menjadi jembatan yang kokoh bagi mahasiswa dan praktisi industri, khususnya dalam pengembangan keahlian di bidang media imersif,” ujar Dr. Iriaji. Menurutnya, kursus berbasis Massive Open Online Course (MOOC) ini dirancang tidak hanya untuk pembelajaran, tetapi juga memberikan peluang karier dan kewirausahaan.
Melalui metode matchmaking, kursus ini mengintegrasikan kebutuhan pendidikan dengan dunia industri. Proses ini melibatkan berbagai mitra industri untuk memperkaya konten kursus sehingga lebih aplikatif dan siap digunakan dalam proyek nyata. Salah satu keunggulannya adalah peserta dapat mengembangkan keterampilan sekaligus berkesempatan mendapatkan pendapatan melalui proyek-proyek yang sesuai dengan standar industri.
“Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 17, yaitu memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan. Kursus ini menciptakan ekosistem pendidikan yang terhubung erat dengan dunia kerja,” tambah Dr. Iriaji.
Inisiatif ini tidak hanya menjadi terobosan dalam transformasi pendidikan tinggi tetapi juga memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar. Melalui inovasi lintas sektor, UM berharap model ini dapat diadopsi oleh lebih banyak institusi pendidikan untuk memberdayakan mahasiswa di era digital.
Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
