UPT Satuan Penjaminan Mutu (SPM)

Satuan Penjaminan Mutu (SPM) semula bernama Badan Penjaminan Mutu (BPM) dibentuk dengan SK Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Nomor 003a/KEP/J36/HK/2006. SPM dibentuk seiring dengan paradigma baru pendidikan tinggi yang dituangkan dalam Kerangka pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka panjang (KPPTJP) Tahun 2006-2010. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kelola UM secara kelembagaan SPM dipertegas sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mempunyai tugas melaksanakan urusan penjaminan mutu pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di UM. Menurut OTK tersebut SPM terdiri atas Ketua subbagian tata usaha dan kelompok jabatan fungsional/tenaga teknis. Untuk memperkuat kinerja SPM melalui Keputusan Rektor UM Nomor 78 Tahun 2013 tentang Tim Penjaminan Mutu Universitas Negeri Malang tim SPM ditambah seorang sekretaris dan empat kepala bidang yaitu bidang a) pengendalian mutu akademik b) stan­darisasi dan pengembangan penjaminan mutu c) pengelolaan data sistem informasi dan kerjasama dan d) akreditasi dan pengembangan manajemen mutu. Dengan OTK baru tersebut pimpinan SPM dibantu oleh seorang kepala subbagian dan empat staf (PUMK PPU data dan pembantu umum).

Sejak tahun 2007 dibentuk unit penjaminan mutu (UPM) dan gugus penjaminan mutu (GPM) yang berkedudukan di fakultas dan jurusan. Sebagaimana SPM UPM/GPM merupakan unit fungsional akademik di fakultas yang merupakan patner pimpinan fakultas/jurusan dalam pelaksanaan penjaminan mutu bidang akademik.

Tugas pokok penjaminan mutu internal bidang akademik dilaksanakan dengan mekanisme (a) merumuskan standar mutu berdasarkan visi-misi (b) melaksanakan standar yang ditetapkan (c) melaksanakan monitoring untuk menemukan kendala dan hambatan pelaksanaan program (d) melaksanakan evaluasi diri untuk menemu-kenali kondisi objektif (kekuatan dan kelemahan) diri (e) melaksanakan audit internal untuk mengetahui pencapaian standar dan (f) merumuskan langkah perbaikan dan atau merumuskan standar baru dalam rangka peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Program-program kegiatan yang telah dilaksanakan oleh SPM adalah : 1) Peningkatan Akreditasi Institusi meliputi: a) penyusunan borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) b) pengawalan visitasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) 2) peningkatan akreditasi prodi meliputi (a) lokakarya akreditasi prodi (b) review internal usulan akreditasi prodi; (3) pencapaian dan peningkatan standar meliputi (a) pelatihan audit internal mutu akademik (AIMA) dan (b) pelaksanaan AIMA; (4) peningkatan mutu pembelajaran yang meliputi (a) monev pembelajaran (b) monev kelulusan dan yudisium dan (c) pelatihan monev pembelajaran; dan (5) peningakatan kepuasan layanan akademik yang meliputi (a) survei kepuasan layanan dan (b) survei kepuasan karyawan. Dengan melaksanakan program-program tersebut pada tahun 2008 UM memperoleh piagam penghargaan dari Ditjen Dikti Nomor 3512/D/T/2008 tanggal 20 Okktober 2008 atas keberhasilan mengimplementasi­kan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) di UM.

UPT SPM telah melaksanakan berbagai program di antaranya peningkatan SDM bidang audit akademik dan administrasi dan peningkatan implementasi penjaminan mutu dengan melaksanakan: 1) monitoring dan evaluasi pembelajaran dan analisis IPK pada yudisium; 2) melaksanakan audit akademik di fakultas pps dan lembaga serta prodi; 3) melaksanakan survei kepuasan layanan publik di unit-unit layanan yaitu (a) UPT Perpustakaan (b) Poliklinik (c) Subag Registrasi dan Statistik (d) Bagian Kemahasiswaan (e) Subag Pendidikan dan Evaluasi; 4) melak­sanakan audit administrasi di BAU (sekarang BUK) dan BAAKPSI (sekarang BAKPIK); 5) me­lak­sanakan lokakarya penyusunan borang akreditasi program studi jenjang Diploma Sarjana dan Pascasarjana; 6) melakukan pendampingan dan review internal terhadap 26 usulan akreditasi program studi; dan 7) melaksanakan evaluasi beban kerja dosen (BKD) semester gasal 2012/2013 secara online untuk yang pertama kali. Selain itu SPM sedang mengkoordinasikan penyusunan borang akreditasi institusi (AIPT) dengan target memperoleh nilai A.