Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Slamet Fauzan dalam sambutannya mengingatkan pentingnya pemilihan tema yang relevan

Malang – Memasuki tahun 2025, PPK Center Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan roadshow daring bertajuk “Tips dan Trik PPK Ormawa 2025” pada Jumat (17/1) melalui Zoomeeting. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa (Ormawa). Roadshow ini bertujuan memberikan panduan kepada mahasiswa dalam menyusun program pengabdian masyarakat yang inovatif, kreatif, dan berkelanjutan.

Narasumber pada acara ini berasal dari PPK Ormawa yang berhasil lolos dalam program Abdidaya 2024, antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT), BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Dewan Mahasiswa (DM) FEB, beserta dosen pembimbingnya. Selain itu, hadir juga dosen pengembang PPK Ormawa Center UM, Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd. Mereka berbagi pengalaman sukses serta strategi praktis dalam memilih desa mitra, pemilihan topik yang inovatif, serta langkah-langkah penyusunan proposal dan implementasi program yang tepat guna.

Slamet Fauzan dalam sambutannya mengingatkan pentingnya pemilihan tema yang relevan dengan kebijakan pemerintah. “Tema seperti ketahanan pangan, energi, pengentasan kemiskinan, desa teknologi, dan desa sehat sangat relevan dan dapat memberikan dampak besar dalam menyelesaikan masalah sosial,” ungkapnya.

Wayu Restu Ananda, Ketua BEM FT UM, yang berhasil meraih pendanaan PPK Ormawa 2024, juga mengajak mahasiswa untuk memilih program sesuai kompetensi. “Kita memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Pilih program yang sesuai dengan keahlian, sehingga ilmu yang kita peroleh di kampus bisa direalisasikan langsung di desa,” jelasnya.

Kontribusi Ormawa dalam ajang PPK Ormawa 2025 diharapkan dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pendidikan berkualitas, menciptakan pekerjaan layak, serta mengembangkan industri dan infrastruktur. Dengan demikian, program ini tidak hanya mencetak mahasiswa berkompeten di bidang akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Pewarta: Eka Dyah Febriyanti – Mahasiswa Fakultas Teknik UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it