image_pdf

MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) selenggarakan sosialisasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada hari Kamis dan Jumat, (28-29/01), yang dilakukan dalam jaringan (daring). Hal ini merupakan program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yang diharapkan melalui program ini, Kemendikbud dapat meningkatkan mutu sistem pendidikan di Indonesia. Sosialisasi program MBKM diselenggarakan dengan koordinasi pada masing-masing fakultas oleh beberapa pimpinan fakultas dan jurusan bersangkutan.

“Tampaknya ini merupakan kegiatan yang terus-menerus dilakukan, karena dilihat dari tujuannya sangat baik.” sambut Staff Ahli Wakil Rektor I Prof. Dr. Suyono, M. Pd. pada pembukaan sosialisasi.

Dikatakan oleh beliau bahwa sistematika program MBKM ini memiliki delapan indikator bentuk kegiatan, antara lain pertukaran mahasiswa, magang atau bentuk kegiatan praktik kerja, asistensi mengajar dan satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi atau proyek independen, dan pembangunan desa melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Melalui kegiatan sosialisasi ini juga disampaikan bahwa mahasiswa memiliki hak belajar di luar kampus selama tiga semester dan beban belajar setiap semester setara dengan 20 sks. Selain itu, terdapat dua began skema dalam sistematika program MBKM, yaitu Merdeka Belajar di Dalam dan Merdeka Belajar di Luar.

“Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini harapannya memberi kesempatan kepada kita semua untuk berinovasi, untuk melakukan berbagai macam kegiatan yang bervariasi, yang tidak mengekang, yang tidak kaku.” Sambung beliau menyambut pembukaan sosialisasi. “Semuanya sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” lanjutnya.

Staff Ahli Wakil Rektor I yang sekaligus merupakan Plt. Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, Informasi, dan Kerjasama UM tersebut juga memaparkan bahwa dalam segi biaya, program MBKM ini tidak memungut Uang Kuliah Tunggal (UKT) tambahan, akan tetapi apabila terdapat kebutuhan tambahan yang harus dipenuhi mahasiswa ketika ingin mengikuti suatu kegiatan dalam program ini, maka hal tersebut di luar tanggung jawab pihak kampus.

“Jadi intinya, mahasiswa harus aktif komunikasi dengan dosen pengajar akademik dan pimpinan jurusan untuk mengembangkan proposal dan melaksanakan kegiatan merdeka belajar ini dengan sebaik-baiknya.” ujar beliau pada sambutan pembukaan sosialisasi program MBKM.

Humas UM