Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM)

Malang – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan kiprahnya di dunia akademik dengan meraih pendanaan untuk 133 proposal penelitian melalui skema Pendanaan Penelitian BIMA Tahun 2025. Prestasi ini menempatkan UM di peringkat ke-17 nasional dari 20 perguruan tinggi dengan penerima hibah penelitian terbanyak. Tidak hanya itu, UM juga memperoleh pendanaan untuk 33 proposal pengabdian kepada masyarakat, mengantarkannya pada posisi ke-9 nasional. Secara keseluruhan, UM berhasil mendanai 166 proposal, menempatkannya pada posisi ke-14 nasional.

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UM Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., capaian ini adalah hasil dari kerja keras seluruh civitas akademika. “Ini merupakan pencapaian membanggakan yang menunjukkan konsistensi UM dalam menghasilkan proposal kompetitif. Pendanaan ini akan mendukung dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi secara maksimal, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun aplikasi langsung di masyarakat,” ujar Prof. Markus.

Capaian UM tersebut tidak lepas dari dua faktor utama, yaitu meningkatnya partisipasi dosen dan mahasiswa dalam menyusun proposal, serta strategi pendampingan yang komprehensif dari LPPM. “Kesadaran dosen untuk berkompetisi sehat terus meningkat. Hal ini didukung dengan pelaksanaan workshop, pendampingan teknis, dan koordinasi intensif dengan dekan dan wakil dekan,” jelas Dosen Fisika UM itu.

LPPM juga menekankan pentingnya kolaborasi antarunit dalam mengoptimalkan kualitas proposal. “Pendampingan tidak hanya mencakup teknis penyusunan, tetapi juga verifikasi menyeluruh sebelum proposal diserahkan,” tambahnya. Pelibatan mahasiswa dalam skema ini dianggap sebagai langkah inovatif yang memperkuat sinergi antara penelitian akademik dan praktik di lapangan.

Dana penelitian ini dimanfaatkan untuk menghasilkan output yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga melampaui target awal. Misalnya, artikel yang direncanakan diterbitkan di jurnal Q3 diupayakan dapat mencapai jurnal Q2 atau bahkan lebih tinggi. Selain itu, luaran tambahan seperti Hak Kekayaan Intelektual (HKI), buku, dan artikel di jurnal nasional juga menjadi prioritas.

Ditahun mendatang, UM terus mempersiapkan strategi untuk meningkatkan jumlah dan kualitas proposal. Dengan langkah inovatif dan kolaborasi lintas sektor, UM berkomitmen menjadi pelopor penelitian yang relevan dan berdampak di tingkat nasional maupun internasional.

Capaian ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Inovasi Industri). Melalui riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, UM memperkuat perannya dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk tantangan lokal dan global.

Pewarta: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it