Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) secara resmi melakukan penutupan program Critical Language Scholarship (CLS) pada Senin (08/08/2022) di gedung D17 Fakultas Sastra. CLS merupakan program kerjasama antara BIPA Fakultas Sastra dengan American Council yang sudah berjalan sejak 13 tahun yang lalu. Setelah dua tahun diadakan secara daring akibat dari pandemi Covid-19, tahun 2022 ini program CLS telah diselenggarakan secara luring di Fakultas Sastra UM. Sebanyak 23 mahasiswa Amerika yang sudah mengikuti program selama dua bulan melakukan lepas pisah kepada para guru bahasa, staf BIPA, dan mitra bahasa mereka. 

Direktur BIPA, Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras para mahasiswa CLS dalam belajar bahasa Indonesia dan berharap agar pengalaman belajar di Malang ini menjadi salah satu kenangan yang tak terlupakan bagi mereka.

“Ketika anda (mahasiswa CLS) belum datang, saya punya was-was. Namun setelah anda semua datang, kita semuanya senang. Dan ternyata pada sore hari ini aktivitas selama 2 bulan harus kita akhiri. Oleh karena itu pada hari ini izinkan saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras anda selama 2 bulan para mahasiswa. Saya tentu berharap mudah-mudahan dua bulan di Malang menjadi salah satu pengalaman terbaik anda selama  musim panas. Tentu yang terakhir saya ucapkan selamat jalan, selamat membuka lembaran baru, kesuksesan menyertai anda semua,” tutur Direktur BIPA.

Koordinator mahasiswa CLS, Sawyer Martin French, dalam sambutannya juga mengucapkan apresiasi kepada para mahasiswa program CLS dan berharap agar mereka semua tetap memiliki semangat untuk belajar bahasa Indonesia. 

“Saya senang sekali menyaksikan kemajuan semua mahasiswa (CLS) pada tahun ini, juga melihat pertemanan dan persahabatan yang dibangun dengan mitra bahasanya yang luar biasa. Saya yakin ini akan menjadi kenangan yang tidak mudah lenyap dari ingatan mahasiswa-mahasiswa. Membuat mereka semakin semangat untuk melanjutkan belajar bahasa Indonesia,” ujar Sawyer.

Salah satu mahasiswa CLS, Shannon Chambers mengungkapkan rasa bersyukurnya atas kesempatan yang dia miliki untuk mengikuti program CLS ini. Sebelumnya dia sudah belajar bahasa Indonesia selama satu tahun namun belum merasakan peningkatan yang signifikan sebab sangat sulit untuk mempelajari bahasa Indonesia di Amerika. 

“Saya suka program ini karena saya berpikir di Amerika sana sangat sulit untuk belajar bahasa Indonesia, tidak seperti di sini. Karena tidak ada orang untuk diajak bicara bahasa Indonesia, jadi tidak ada kesempatan untuk memiliki pengalaman belajar budaya Indonesia secara langsung. Meskipun ini sangat sulit, saya pikir sekarang kemampuan bahasa Indonesia saya menjadi lebih bagus karena program ini. Di sini saya bertemu dengan banyak orang sama-sama ingin belajar bahasa Indonesia dan saya mendapatkan pengalaman untuk belajar budaya Indonesia. Saya berharap bisa tetap belajar bahasa Indonesia dan menerapkannya untuk berbicara dengan orang Indonesia di luar program ini dan juga kolega saya yang ada di sini. Saya berharap juga dapat kembali lagi ke Malang suatu hari nanti,” ungkap Shannon.

Pewarta: Malichatus Sa’diyah – Internship Humas UM

Share it