
ICITEP 2025: MENJAWAB TANTANGAN ERA BIG DATA, GURU DIDORONG JADI ARSITEK PEMBELAJARAN INKLUSIF DAN BERMAKNA
Malang – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan ruang temu gagasan transnasional dalam The 4th International Conference on Innovation and Teacher Professionalism (ICITEP) 2025, yang digelar pada Rabu–Kamis, 16–17 Juli 2025 secara hybrid di Aula GKB A19 Lantai 9 UM dan platform Zoom Meeting. Mengangkat tema “Advancing Teacher Professionalism through Deep Learning in the Era of Big Data”, konferensi ini menjadi medan ilmiah strategis yang mempertemukan 129 pemakalah dari tujuh negara: Indonesia, Jerman, Finlandia, Aljazair, India, Malaysia, dan Australia.
Dihadiri dosen, peneliti, kepala sekolah, mahasiswa, hingga pembuat kebijakan pendidikan dari 36 institusi nasional dan internasional, forum ini menjadi wadah reflektif dan kolaboratif untuk mendefinisikan ulang profesionalisme guru di era digital dan kecerdasan buatan. Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., yang menekankan urgensi pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai jantung transformasi pendidikan masa kini.
“Di era big data, guru bukan lagi sekadar penyampai materi. Guru adalah arsitek ruang belajar yang menumbuhkan empati, kreativitas, dan daya pikir kritis,” tegas Prof. Bafadal, mengutip pemikiran Marton dan Säljö tentang pentingnya koneksi ide dan relevansi konteks nyata dalam proses belajar.
Pada hari pertama, ICITEP 2025 menghadirkan tiga pembicara utama. Mengawali sesi, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A., mewakili Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemdikdasmen, menyampaikan materi bertajuk “Empowering Teachers Professionalism through Deep Learning”. Dalam paparannya, Rachmadi menegaskan bahwa deep learning bukan sekadar pendekatan teknis, tetapi juga proses yang menyeluruh, menyentuh aspek berpikir, merasakan, dan bertindak secara utuh.
Sesi dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ingo Eilks, FRSC dari University of Bremen, Jerman, dengan materi “The Meaning of ‘Relevance’ and its Implications for Science Education and Education for Sustainable Development”. Ia menyoroti pentingnya pendidikan sains sebagai fondasi utama untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan.
Penutup hari pertama diisi oleh Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., Direktur Pendidikan Profesi Guru, yang menyampaikan presentasi bertajuk “The Teacher Professional Education (PPG) Program as a Key Element in Indonesia’s Teacher Management System”. Ia mengajak peserta untuk melihat PPG sebagai strategi kunci dalam menciptakan guru yang tangguh menghadapi era digital.
Hari kedua konferensi diawali oleh Prof. Michelle Simons dari Western Sydney University, Australia, dengan materi “Reimagining Teacher Professionalism: Deep Learning, Big Data as Catalysts for Change in Initial and Ongoing Teacher Development”. Ia merangsang peserta membayangkan kembali paradigma profesionalisme guru dengan merespons dinamika teknologi mutakhir dan kebutuhan pembelajaran yang makin kompleks.
Sesi dilanjutkan oleh Dr. Muhammad Alfan, S.Pd., M.Pd. dengan topik “Creativity-Embedded Pedagogical Learning for Preservice Teacher”, yang menyoroti pentingnya kreativitas sebagai inti pembelajaran pedagogis calon guru.
Sebagai penutup, Prof. Dr. Maija Aksela dari University of Helsinki, Finlandia, menyampaikan materi “Teachers as Future Makers Towards Sustainable Future”. Ia mendorong seluruh pendidik untuk berperan sebagai pembentuk masa depan yang berkelanjutan melalui sains dan inovasi pembelajaran.
Tak hanya menyuguhkan diskursus tajam dari para ahli, ICITEP 2025 juga diwarnai 20 sesi paralel yang terbagi selama dua hari. Pokok bahasan pada masing-masing room meliputi integrasi AI dalam pendidikan, transformasi pedagogi, hingga inovasi dalam pengabdian masyarakat. Di setiap sesi, pemakalah berbagi praktik baik, riset mutakhir, dan metodologi inovatif yang dapat diterapkan langsung di ruang-ruang belajar.
“Ini bukan sekadar forum akademik, tapi ruang hidupnya ide-ide progresif. Kita membicarakan pendidikan yang memanusiakan, bukan hanya mencetak angka,” ujar Ashari, guru SMKN 2 Kota Malang sekaligus peserta konferensi.
Konferensi prestisius ini dinakhodai oleh Dr. Muhammad Alfan, S.Pd., M.Pd. dan dikoordinasikan dengan apik oleh Dudung Ma’ruf Nuris, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Berkat sinergi dan kerja keras seluruh tim, rangkaian kegiatan The 4th ICITEP 2025 berjalan lancar dan penuh semangat kolaboratif. Konferensi ini menjadi momentum kebangkitan profesionalisme guru yang inklusif, inovatif, berdaya, dan transformatif.
Dengan mengangkat 19 subtema yang menyentuh berbagai aspek pendidikan masa depan, ICITEP 2025 tampil sebagai barometer inovasi pendidikan global. Lebih dari sekadar pertemuan ilmiah, konferensi ini membawa misi besar untuk mendorong perubahan konkret dalam ekosistem pendidikan Indonesia dan dunia.
Pewarta: Inayah Amalia Taufani – Internship Humas UM
Fotografer: Lingga Guritno – Internship Humas UM
Pewarta : Inayah Amalia Taufani – Internship Humas UM
Fotografer: Lingga Guritno – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
