
Malang — Universitas Negeri Malang melalui Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Wisata Kampoeng Kopi & Lemon sebagai bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) pada Minggu (10/8). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, ini bertujuan meningkatkan keterampilan pengelolaan potensi wisata desa untuk mendorong lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sumberdem, Purwati, S.E. Dalam sambutannya ia menegaskan, “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan potensi lokal yang ada di Desa Sumberdem.” Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung kaderisasi dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, antara lain Purwoto, S.Sos., M.Si., dan Ir. Budi Susilo (Kepala Bidang Destinasi). Materi difokuskan pada manajemen destinasi, strategi promosi pariwisata berbasis digital, serta tata kelola pengembangan wisata berbasis komunitas. Pelaksanaan bersifat interaktif sehingga peserta aktif berdiskusi dan mengidentifikasi langkah-langkah pengembangan produk wisata lokal.
Peserta acara terdiri dari lebih dari 30 orang — meliputi perwakilan PKK, Pokdarwis, pelaku UMKM, pengurus BUMDes, tokoh masyarakat, komunitas Kampoeng Kopi & Lemon, dan pemuda desa. Tim pelaksana PPK Ormawa berjumlah 15 orang mahasiswa dari program S1 Akuntansi dan S1 Pendidikan Akuntansi yang bertugas mengoordinasi teknis, dokumentasi, dan pendampingan.

Fokus teknis terbagi pada tiga pilar: pembibitan (penanaman dan perawatan kopi serta lemon), produksi (pengolahan dan pengemasan produk turunan), serta pengembangan eduwisata yang melibatkan warga sebagai pelaku utama. Sebagai tindak lanjut disepakati pendampingan berkelanjutan berupa penanaman bibit, pelatihan produk turunan, dan strategi pemasaran digital.
Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam membangun Desa Sumberdem sebagai kampung eduwisata yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Lebih jauh, keberhasilan program ini juga mencerminkan semangat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan pada SDGs poin ke-8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Pewarta: Adhwa Zahira Nauna – Mahasiswa HMD Akuntansi UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
