Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang – Universitas Negeri Malang kembali menjadi pusat perhatian dunia fesyen mahasiswa Asia melalui gelaran Asian Student Fashion Week (ASFW) 2026 di Graha Cakrawala, Sabtu (9/5). Dalam ajang tersebut, Kolej Komuniti Batu Gajah, Malaysia, sukses mencuri perhatian lewat koleksi Aku, Dia dan Lagu yang memadukan gaya klasik biduanita legendaris Saloma dengan sentuhan futuristik berciri neon, material metalik, dan detail bubble yang tampil berani di atas panggung.

Ajang yang digelar Program Studi Desain Mode Fakultas Vokasi UM tersebut menjadi ruang pertemuan kreativitas mahasiswa lintas negara. Pada hari pertama pelaksanaan, Kolej Komuniti Batu Gajah tampil mencuri perhatian melalui rancangan busana bernuansa retro-modern dengan detail bubble, warna neon mencolok, serta aksen metalik yang merepresentasikan tren fesyen masa depan.

Ketua Program Sijil Fesyen dan Pakaian Kolej Komuniti Batu Gajah, Madam Aisar, mengatakan koleksi tersebut lahir dari upaya menghidupkan kembali identitas fesyen klasik Malaysia agar tetap relevan bagi generasi muda.

“Tema busana kami malam ini adalah Aku, Dia dan Lagu yang diinspirasikan daripada biduanita negara, Saloma,” ujarnya.

Menurutnya, unsur busana era Saloma sengaja dipadukan dengan elemen kontemporer agar mampu menjawab perkembangan industri fesyen saat ini.

“Daripada baju zaman dahulu, kita suntik elemen-elemen baru supaya terlihat lebih modern, lebih metalik, dan lebih menarik untuk generasi sekarang,” jelasnya.

Pensyarah Fesyen dan Pakaian Kolej Komuniti Batu Gajah, Encik Muhammad Hafiz bin Sopran, menambahkan bahwa koleksi tersebut bukan sekadar menghadirkan nostalgia, tetapi juga menawarkan interpretasi fesyen masa depan yang lebih ekspresif.

“Ada elemen-elemen yang lebih modern dan lebih trendy untuk era 2026. Warna-warna yang digunakan juga lebih striking dan pop-up,” katanya.

Tak hanya memamerkan karya di atas panggung, delegasi Malaysia tersebut juga mengajak generasi muda untuk melihat dunia fesyen sebagai ruang kreativitas sekaligus peluang industri global.

“Kemahiran dalam fesyen ini sangat luas. Kita boleh jadi usahawan dan mengembangkan kreativitas hingga ke tingkat global,” ujar Madam Aisar.

Sementara itu, Encik Hafiz mendorong mahasiswa dan desainer muda agar percaya diri dalam berkarya dan terus menciptakan inovasi fesyen yang kompetitif.

“Just be yourself, do whatever you want to do, be confident, dan hasilkan karya yang lebih bermutu di masa akan datang,” ungkapnya.

ASFW 2026 menjadi wadah kolaborasi kreatif bagi mahasiswa, desainer muda, dan institusi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia maupun Malaysia. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut mempertemukan talenta-talenta muda untuk memperluas jejaring internasional di bidang industri fesyen kreatif.

Melalui penyelenggaraan ASFW 2026, UM turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas, tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-17 terkait kemitraan global. Kolaborasi lintas negara di sektor kreatif dinilai mampu membuka peluang inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan talenta muda berdaya saing internasional.

Pewarta: Rahmatika Putri Rosyidi – Internship Humas UM
Fotografer: Nabila Nisrina Rihab – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it