Malang – Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat langkah internasionalisasinya dengan menjalin kolaborasi strategis bersama De Montfort University (DMU), Inggris, melalui pengembangan program Dual PhD, riset teknologi maju, dan inovasi berbasis kecerdasan buatan. Kerja sama yang digelar pada Kamis (11/6) di Ruang Rapat Dekanat B11 Fakultas Teknik dan Informatika UM ini menjadi upaya konkret untuk meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jejaring akademik global, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Komitmen tersebut dibahas dalam Strategic Partnership Meeting yang menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk memperluas kerja sama pendidikan tinggi, memperkuat kapasitas penelitian, dan membuka peluang pengembangan sumber daya manusia berstandar global.
Delegasi DMU dipimpin oleh Prof. Shushma Patel selaku Pro Vice-Chancellor for Artificial Intelligence sekaligus Dean Faculty of Technology, Arts and Culture. Turut hadir Prof. Dr. Dani Harmanto sebagai Associate Professor in Aeronautical Engineering dan Ms. Nicola Wilkinson sebagai Research and Innovation Manager. Dari pihak UM, kegiatan dihadiri pimpinan universitas, pimpinan fakultas, serta para peneliti yang terlibat dalam kerja sama internasional.
Wakil Rektor III UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi bagian dari upaya UM untuk memperluas jejaring global sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan dan penelitian.
“Terima kasih kepada tim De Montfort University yang telah bekerja sama dengan UM dan berkomitmen meningkatkan hubungan internasional melalui berbagai proyek kolaboratif yang telah direncanakan. Ini merupakan pekerjaan besar yang akan membawa manfaat bagi kedua institusi,” ujarnya.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah pengembangan program GAIN Indonesia yang dijalankan melalui skema Centre of Advanced Engineering (CAE), Microcredentials, Doctoral Focal Award, dan Dual PhD. Program tersebut dirancang sebagai ekosistem pendidikan dan riset yang menghubungkan perguruan tinggi di Indonesia dengan DMU guna meningkatkan kualitas penelitian nasional sekaligus mempercepat lahirnya peneliti dan akademisi berdaya saing internasional.
Manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan oleh perguruan tinggi, tetapi juga oleh mahasiswa, dosen, dan sektor industri. Melalui skema Dual PhD, peserta memperoleh kesempatan menjalani pengalaman akademik lintas negara, memperluas jaringan riset global, serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. Sementara itu, program microcredentials memungkinkan peningkatan kompetensi yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Dalam paparannya, Prof. Dani Harmanto menjelaskan bahwa kerja sama riset akan difokuskan pada pengembangan berbagai teknologi mutakhir. Beberapa bidang yang menjadi prioritas meliputi riset Unmanned Aerial Vehicle (UAV), optimasi komputasional, struktur drone berbasis metamaterial, pengembangan propeller dan duct, teknologi 3D-printed lattice structures, material cetak inovatif, hingga algoritma optimasi berbasis kecerdasan buatan.
“Tujuan utama kami adalah membangun kapasitas riset Indonesia melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga menciptakan jalur pengembangan sumber daya manusia melalui microcredentials, doctoral focal award, dan Dual PhD yang terintegrasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kemitraan jangka panjang ini juga mencakup pengembangan pusat riset drone, penguatan kolaborasi dengan industri, perluasan akses pendanaan penelitian, serta penyusunan siklus program Dual PhD yang berkelanjutan.
Kolaborasi UM dan DMU diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan industri, mempercepat hilirisasi hasil penelitian, serta memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi maju. Selain itu, kerja sama ini menjadi sarana penting untuk mencetak generasi doktor dan peneliti yang mampu bersaing di tingkat global.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan akses pendidikan tinggi berstandar internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi dan riset terapan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara institusi pendidikan lintas negara.
Dengan fondasi kerja sama yang semakin kuat, UM dan De Montfort University optimistis dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia di masa mendatang.
Pewarta: Nazhifa Filza Darayanicha – Internship HUMAS UM
Fotografer: Raihan Faiq Rahmatullah – Internship HUMAS UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
