Malang – Universitas Negeri Malang (UM) menegaskan komitmennya untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam tata kelola pendidikan tinggi melalui Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan di halaman Graha Rektorat UM, Senin (1/6). Di tengah derasnya arus globalisasi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, momentum tersebut menjadi penegasan bahwa Pancasila harus terus diaktualisasikan dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi.
Upacara itu diikuti jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta fungsionaris mahasiswa. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga harus diwujudkan dalam praktik kehidupan akademik dan tata kelola institusi pendidikan.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan global yang semakin kompleks.
Menurutnya, masyarakat Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, Pancasila harus hadir sebagai pedoman yang nyata, bukan sekadar menjadi materi pidato seremonial.
“Praktiknya dalam kehidupan sehari-hari, warga Indonesia masih menghadapi tantangan dan terkadang kehilangan orientasi. Pancasila hendaknya tidak berhenti pada wacana pidato, tetapi juga tercermin dalam tindak laku kita, terutama dalam tata kelola pendidikan,” ujar Prof. Hariyono.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya penguatan karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial dalam lingkungan pendidikan tinggi. Bagi UM, implementasi nilai Pancasila menjadi landasan dalam membangun budaya akademik yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.
Sebagai perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH), UM terus mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan fasilitas akademik, termasuk laboratorium yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan inovasi.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, UM juga berkomitmen menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh sivitas akademika. Prinsip kesetaraan tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang menjamin pemenuhan hak dan kewajiban tanpa membedakan status kepegawaian.
“UM sebagai PTN-BH berkomitmen untuk meniadakan pemisahan hak dan kewajiban, baik bagi dosen maupun tenaga kependidikan yang berstatus PNS maupun non-PNS,” jelasnya.
Komitmen tersebut memberikan manfaat nyata bagi penguatan tata kelola perguruan tinggi. Lingkungan kerja yang adil dan setara mampu meningkatkan kolaborasi, produktivitas, serta kualitas layanan pendidikan yang diterima mahasiswa.
Ke depan, UM menargetkan penguatan kolaborasi internal dan eksternal kampus melalui pendekatan ilmu pengetahuan yang transdisipliner. Selain itu, universitas juga terus memperluas praktik inklusivitas dalam pendidikan serta meningkatkan kualitas layanan akademik, termasuk pada proses penerimaan mahasiswa baru.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur bangsa. Melalui kolaborasi dan inovasi yang berlandaskan Pancasila, UM berharap dapat melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial.
Menutup amanatnya, Prof. Hariyono mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap aktivitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun tata kelola institusi.
“UM menyatakan nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada wacana, tetapi menjadi bagian dari aktualisasi diri dan institusi,” tegasnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di UM tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat pendidikan karakter dan tata kelola kampus yang berkeadilan. Semangat tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, Tujuan 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta Tujuan 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai pijakan utama, UM menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi dapat berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.
Pewarta: Silvia Manayatul Azizah – Internship Humas UM
Fotografer: Naila Zafiroh – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
