
Malang- Era new normal saat ini membuat aktivitas sehari-hari dibatasi, termasuk kegiatan pendidikan yang lebih banyak menggunakan sistem online. Hal ini disebabkan oleh penyebaran Covid-19 yang tidak kunjung usai. Banyak kalangan mengaku bahwa kegiatan yang dilakukan saat ini sangat terbatas dan memerlukan adaptasi baru. Pengakuan tersebut berasal dari Mochammad Firman Maulidiansyah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang memiliki hobi bersepeda ini mengaku bahwa perkuliahan yang dilakukan secara online membuat dirinya merasa kesulitan.
“Kuliah online buat saya pribadi agak menyusahkan, karena pembelajaran jadi kurang maksimal, tatap muka akan jauh lebih efektif untuk menerima materi, tapi di tengah kondisi seperti ini, ya mau bagaimana lagi, daripada menambah resiko”, pungkas Firman mencoba berdamai dengan keadaan new normal.

Selain itu, mahasiswa asal Banten tersebut tidak memungkiri jika keadaan saat ini membuatnya memiliki lebih banyak waktu untuk mengasah bakatnya, seperti belajar desain grafis dan mengerjakan projek desain. Ia juga tidak melupakan hobi bersepedanya dengan kerapkali berlatih dua hari sekali, minimal jarak tempuh perharinya kurang lebih 30-40 KM, jika memiliki waktu lebih dapat menempuh jarak 350 KM seperti yang dilakukannya beberapa minggu yang lalu.
Pada saat bersepeda ia tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku guna memutus tali penyebaran Covid-19 dengan cara jalur yang dipilih untuk bersepeda cenderung sepi dan berada di daerah sekitar tempat tinggalnya, kemudian tidak lupa membawa hand sanitaizer, masker, sarung tangan, dan perlengkapan keamanan bersepeda lainnya.

Firman juga mengapresiasi baik hobi baru yang sedang melanda sebagian besar masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Tidak lain hobi baru tersebut adalah bersepeda, hal ini membuat harga pasaran sepeda melambung tinggi dan menguntungkan bagi para penjual sepeda. Namun Firman juga menyayangkan akan tindakan tidak taat peraturan lalu lintas sebagian pengendara sepeda.
“Tapi sangat di sayangkan pesepeda yang baru memulai hobi bersepeda itu banyak yg tidak mematuhi peraturan lalulintas. Banyak yg masih melanggar lampu merah, putar balik seenaknya, tidak menggunakan perlengkapan safety yang baik, dan lain-lain. Sehingga membuat citra pesepeda lama jadi rusak juga dimata pengendara bermotor dan juga membuat pengendara bermotor menjadi kurang respect terhadap pesepeda”, tutur Firman.
Pewarta : Salsabila Indana Zulfa-Internship Humas UM
