Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Direktur PSBBI UM, Prof. Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd. mengungkapkan harapannya agar mahasiswa mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik selama dua bulan program ini.

Malang – Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkokoh komitmennya menuju World-Class University. Pada Senin (23/6), Pusat Studi Bahasa dan Budaya Indonesia (PSBBI) UM secara resmi membuka Program Critical Language Scholarship (CLS) 2025 di Aula AVA Fakultas Sastra. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV UM, Direktur PSBBI, guru penutur asing, dan mahasiswa internasional.

Direktur PSBBI UM melaporkan bahwa program ini diikuti oleh 20 mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai wilayah. “Mahasiswa dibagi ke dalam enam kelas dengan rasio maksimal tiga mahasiswa per kelas. Setiap kelas akan didampingi oleh tiga guru dan beberapa mitra bahasa,” ujar Direktur PSBBI UM, Prof. Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd.

Dalam sambutannya, Prof. Gatut mengungkapkan harapannya agar mahasiswa mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik selama dua bulan program ini. “Rasio guru yang lebih banyak diharapkan mempermudah mahasiswa dalam pembelajaran,” ucapnya. Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk menikmati proses belajar dan menjadi duta bahasa Indonesia di tingkat global.

Koordinator mahasiswa CLS 2025, Thomas, menambahkan pesan motivasi kepada peserta. “Jika kalian mengalami kesulitan, segera komunikasikan dengan guru dan mitra bahasa. Tetaplah sabar dan nikmati pembelajaran,” ujarnya.

Pada sesi perkenalan, mahasiswa asing memperlihatkan antusiasme dengan mencoba menggunakan bahasa Indonesia. Keakraban terjalin di antara peserta yang berasal dari berbagai universitas di Amerika Serikat, menjadikan suasana semakin hangat.

Wakil Rektor IV UM, Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph.D., secara resmi membuka program CLS ke-16 ini. “Alhamdulillah, UM telah dipercaya menjalankan program ini sejak 2010 dan terus berlanjut hingga 2025,” ujarnya. Prof. Arif menjelaskan bahwa CLS telah dikembangkan di UM sejak 2010 dan terus diperbarui untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Kami menambah jumlah guru dan mitra bahasa agar proses pembelajaran semakin optimal,” tambahnya. Ia berharap mahasiswa CLS mampu berbaur dengan masyarakat dan lingkungan UM secara baik.

Program CLS ini merupakan bagian dari upaya UM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas. Melalui program ini, UM berkomitmen memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global.

Pewarta: Adam Gunawan – Internship Humas UM
Fotografer: Muhammad Raffa Andarra Putra – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it