
Melalui beasiswa KIP-Kuliah, Universitas Negeri Malang (UM) membuka kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki potensi untuk melanjutkan belajar ke pendidikan tinggi tetapi menghadapi kendala ekonomi. Apriliya Wahyu Putri atau yang lebih akrab disapa April ini merupakan mahasiswa Program Studi (prodi) S1 Psikologi, dia adalah salah satu penerima beasiswa KIP-Kuliah sejak tahun 2021.
Mahasiswa yang kini mendalami bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dan Psikologi Sosial ini sangat menghargai setiap kesempatan yang diberikan. Selama masa kuliahnya, April menunjukkan keaktifan yang luar biasa baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Di tingkat fakultas, April terlibat dalam satu organisasi dan juga aktif berpartisipasi diberbagai kepanitiaan serta organisasi di luar kampus. Selain berorganisasi, April juga secara aktif mengikuti berbagai kompetisi. “Saya juga cukup aktif dalam kompetisi Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan karya-karya ilmiah karena saya memang dari dulu konsennya ada di riset, dulu saya aktif di bidang riset kimia dan sekarang di bidang riset sosial humaniora,” ujar April.
Dalam ajang kompetisi, April selalu mendapatkan penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri, seperti juara 1 dalam lomba fotografi, peraih insentif PKM-AI 2023, finalis Fact-Checking Contest dari UNESCO peraih medali emas pada perlombaan 2nd International Competition of Research, Idea, and Innovation on Teaching and Learning (IC-RiiTeL) 2023 dan International Education Competition 2024 di Malaysia. April memiliki cara sendiri untuk mengasah kemampuannya, yaitu dengan membaca dan menonton film.
Dia sangat bersyukur mendapatkan beasiswa KIP-Kuliah karena dengan begitu dia bisa memanfaatkan beasiswa tersebut untuk masuk kuliah dan meraih banyak berprestasi. April yang terlahir dari keluarga mediocre ini mengungkapkan ketika memasuki masa pendaftaran kuliah, keluarganya berada di taraf finansial yang sulit dan sempat berpikiran untuk bekerja.
“Ketika memasuki masa pendaftaran kuliah, keluarga saya berada di taraf finansial yang sulit, Dulu saya kepikiran untuk bekerja di salah satu industri ternama. Kebetulan saya menjadi salah satu dari 5 siswa yang menerima beasiswa dari industri tersebut, dimana proses seleksinya melibatkan satu angkatan. Tetapi, saya tipikal individu yang “what meant for you is for you.” Sehingga, saya tetap mencoba, meski hasilnya saya belum tahu. Setidaknya saya tidak menyesal karena saya pernah mencoba sesuatu yang saya mau,” ungkapnya.
Banyaknya kegiatan yang dijalani oleh April tidak lepas dari tantangan. “Bagi saya pribadi tantangan yang harus mampu saya hadapi adalah memanajemen energi agar mampu menyelesaikan semua tanggung jawab baik di perkuliahan dan di luar perkuliahan. Menurut saya, itu sangat drained my energy. Ditambah lagi masalah-masalah pribadi di luar pendidikan dan karir yang harus saya selesaikan juga, sehingga ada di saat saya sangat kelelahan secara psikologis, saya memilih untuk bed rest total,” tuturnya.
Namun, tantangan tersebut bisa diatasi dari dalam diri sendiri meskipun banyak dukungan dari orang-orang sekitar. Menurut April, dukungan dapat datang dari mana saja tetapi yang paling berpengaruh adalah dari diri sendiri. Selain itu, pencapaiannya selama ini tidak lepas juga dari motto yang selalu dia tanamkan pada dirinya. ”Saya memiliki 1 motto yang selalu saya tanamkan pada diri saya, kalimat ini berasal dari ucapan salah satu Psikolog Eropa, yaitu Victor Emil Frankl. Beliau mengatakan, “Apapun bisa dirampas dari manusia, kecuali satu: kebebasan terakhir seorang manusia kebebasan untuk menentukan sikap dalam setiap keadaan, kebebasan untuk memilih jalannya sendiri, kalimat tersebut yang menyelamatkan hidup saya berkali-kali,” ujar April.
April memiliki harapan kepada mahasiswa penerima beasiswa untuk memanfaatkan privilege tersebut. “Manfaatkan privilege beasiswa yang kamu dapatkan untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan, jika menemukan kegagalan jangan lupa untuk bangkit lagi setelah bersedih,” tutur April.
April pun juga berpesan untuk terus berprogres dan terus berusaha. “Salah satu orang yang saya kenal pernah mengatakan pada saya, Remember, we are only travelers in this life. It’s a test to see whose obedient and those of which whom are disobedient to their Lord. Keterbatasan finansial itu memang bisa menghambat sebagian langkah kita, tetapi bukan berarti kita tidak bisa melalui ujian dari Tuhan tersebut. Keberanian kita untuk terus berprogres akan terbayar jika kita terus berusaha. Jadi, teruslah berusaha,” tutur April.

Program KIP-Kuliah mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin SDG 4.7 dimana beasiswa ini mampu memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi semua, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu. April Wahyu Putri adalah contoh nyata bagaimana pendidikan yang berkualitas dapat mengubah hidup seseorang.
Pewarta: Rimala Maulina- Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
