
Universitas Negeri Malang (UM) bekerja sama dengan SKK Migas KKKS Jabanusa mengadakan kuliah umum pada Senin (27/05) bertema “Peran Industri Hulu Migas dalam Mendukung Indonesia Emas 2045”. Acara ini berlangsung di Gedung A19 lantai 9 pada pukul 08.00 hingga 13.00 WIB dan dihadiri oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd, bersama para pemateri dari industri migas.
Acara dimulai dengan tayangan video profil yang memperkenalkan peran dan kontribusi industri hulu migas di Indonesia. Disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama serta dilanjutkan dengan penyampaian sambutan-sambutan. Asyhad selaku Kepala Departemen Operasional SKK Migas Perwakilan Jabanusa, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada UM atas kesediaannya menerima kuliah tamu ini.
Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., pada kesempatan ini beliau selaku Wakil Rektor I mewakili Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd dalam menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. “Selamat datang di Universitas Negeri Malang. Kami sangat menghargai kesempatan untuk bisa belajar langsung dari para ahli industri khususnya industri SKK Migas,” ujar Prof. Ibrahim. Harapan kedepan, dengan terselenggaranya kuliah umum ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan minat generasi muda terhadap industri hulu migas serta mempersiapkan mereka untuk berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata antara SKK Migas dan UM serta foto bersama dengan seluruh tamu undangan dan pimpinan universitas sebelum masuk pada sesi kuliah umum.
Memasuki sesi kuliah umum, Nurul Hidayat, S.Si., M.Si., Ph.D., Dosen Fakultas MIPA UM bertindak sebagai moderator untuk memimpin jalannya kuliah umum yang terdiri dari tiga materi. Pada sesi materi yang pertama disampaikan oleh Asyhad yang membahas mengenai kegiatan usaha hulu migas di Indonesia, dimulai dengan sebuah pertanyaan untuk meningkatkan semangat para audiens dalam diskusi interaktif. “Industri hulu migas adalah salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Kami terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi untuk mencapai target nasional,” jelasnya.
Dilanjutkan pada materi yang kedua disampaikan oleh Tedi Satri yang membahas tentang Manager Subsurface Development Area 2 Offshore Pertamina EP Cepu Zona 11. Beliau menjelaskan proses end-to-end industri hulu migas di Pertamina hingga bagaimana tahapan dari eksplorasi hingga produksi dijalankan, serta tantangan yang dihadapi dalam operasional sehari-hari.
Kemudian, masuk pada pembahasan materi yang ketiga disampaikan oleh Tara Indira selaku Manager HR & General Affairs Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Beliau memaparkan tentang “Empowering Indonesia: HCML as a Good Neighbor” dan menekankan pentingnya keberlanjutan serta tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan masyarakat sekitar.
Semangat antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam sesi tanya jawab. Secara aktif mahasiswa saling menyampaikan pertanyaan dan menyatakan argumennya. “Kuliah umum ini memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai industri migas. Kami mendapatkan banyak ilmu langsung dari praktisi yang berpengalaman,” ucap salah seorang mahasiswa peserta kuliah umum. Sesi diskusi interaktif pun ditutup dan dilanjutkan dengan sesi permainan sekaligus menjadi sesi terakhir pada serangkaian acara kuliah umum ini.
Pewarta: Tri Anggara Medhi Sampurno – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
