
Malang – Universitas Negeri Malang (UM) berkomitmen untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, termasuk komunitas diaspora Indonesia di luar negeri. Hal inilah yang mendorong adanya kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Pelatihan Honey Soap Crafting Artisanal Style. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Sanggar Binaan Sahabat Al-Qur’an di Kuala Lumpur, Malaysia, yang diikuti oleh siswa-siswa diaspora Indonesia pada Jumat (29/8).
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Evi Susanti, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa program ini bertujuan memberikan keterampilan praktis yang dapat meningkatkan keterampilan mandiri dan memperkuat identitas budaya Indonesia di luar negeri. “Pelatihan ini mengajarkan peserta cara membuat sabun madu alami dengan teknik rustic cut artisanal style yang ramah lingkungan dan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan,” ungkapnya.
“Program ini juga kami rancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan praktis yang tidak hanya dapat meningkatkan kemandirian mereka, tetapi juga memperkuat identitas budaya Indonesia di luar negeri,” tambah Prof. Evi.
Ketua Sanggar, Azhar Padli, menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan upaya sanggar dalam memberikan bekal keterampilan hidup bagi anak-anak diaspora. “Dengan bekal ini, kami berharap pasa siswa yang ada di sanggar ini mampu menghasilkan produk yang berguna bagi dirinya. Sehingga mendukung peningkatan keterampilan dan juga produk yang bias memberi nilai ekonomi bagi mereka kelak,” ujarnya
Kegiatan ini mendukung setidaknya tiga Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pelatihan berbasis keterampilan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membuka peluang wirausaha baru berbasis produk alami, dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) karena mendorong penggunaan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Prof. Evi selaku ketua tim pengabdian menegaskan bahwa ketiga SDGs ini menjadi landasan penting dalam merancang kegiatan agar dampaknya berkelanjutan bagi diaspora.
Kegiatan pengabdian ini juga di anggotai oleh mahasiswa pascasarjana program studi Pendidikan Biologi UM Claresia Tsany Kusmayadi dan Zahra Firdaus yang berperan dalam fasilitator dan pendamping kegiatan. Sesi pelatihan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para siswa sanggar binaan. Mereka terlihat bersemangat mencoba setiap tahapan pembuatan sabun, mulai dari mencampur bahan hingga menuangkan adonan ke cetakan.
Banyak di antara mereka yang merasa pengalaman ini berbeda dari kegiatan belajar biasanya karena bisa langsung mempraktikkan keterampilan baru. “Saya belum pernah membuat sabun, saya senang sekali dengan ilmu baru yang diberikan dan ternyata sangat mudah dan hasilnya bagus.” ungkap salah satu siswa.
Dengan adanya pelatihan ini, UM berharap tercipta generasi diaspora yang berdaya, kreatif, dan mampu mengembangkan produk bernilai jual tinggi di negara tempat mereka tinggal.
Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
