Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Departemen Sastra Indonesia Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan diskusi ilmiah bertema “Potensi Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran”. Diskusi tersebut berlangsung di D14.201 AVA (Audio Visual Aula) pada hari Selasa, (25/07). Hadir untuk memberikan sambutan, Dekan Fakultas Sastra, Dr. Moch. Syahri, S.Sos., M.Si., yang menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasi pentingnya diskusi ini untuk perkembangan akademik di era teknologi modern. 

“Kita harus senantiasa terbuka terhadap inovasi dan perkembangan teknologi. Diskusi ini menjadi tonggak penting bagi sivitas akademika Fakultas Sastra dalam mempersiapkan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman,” paparnya. 

Dr. Moch. Syahri juga menekankan pentingnya kecerdasan buatan sebagai salah satu solusi dalam menghadapi tantangan di bidang pendidikan. 

“Kita akan menggali potensi-potensi apa yang bisa kita manfaatkan kecerdasan buatan dalam pembelajaran agar lebih inovatif dan solutif,” sambungnya.

Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A., seorang pakar di bidang Kecerdasan Buatan dan Teknologi Informasi, menjadi narasumber utama acara ini. Dengan penuh dedikasi, beliau membawakan presentasi tentang kecerdasan buatan dan potensinya dalam membantu meningkatkan kualitas di dunia pendidikan. Salah satu sorotan penting dalam diskusi ini adalah bagaimana kecerdasan buatan dapat digunakan untuk menunjang efektifitas kinerja guru dan inovasi dalam pembelajaran. 

“Melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, tanggung jawab administrasi guru dapat menjadi lebih mudah dengan memperhatikan prinsip-prinsip efisiensi dan efektifitas,” ungkapnya dengan mantap.

Profesor yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Pradita itu menyatakan optimisme tentang masa depan pendidikan dengan kolaborasi kecerdasan buatan. 

“Saya yakin kecerdasan buatan dapat bermanfaat dalam dunia pendidikan di masa yang akan datang dengan tetap mengedepankan etika keilmuan untuk mencetak generasi yang kreatif, inovatif, beradab, dan siap menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit berharap sinergi kecerdasan buatan dengan pendidikan dapat membuka peluang kesuksesan. 

“Melalui sinergi antara kecerdasan buatan dan dunia pendidikan, kita dapat membuka pintu menuju kesuksesan bagi para generasi mendatang. Kecerdasan buatan bukanlah pengganti, melainkan mitra bagi para guru dalam membantu mencetak generasi yang siap menghadapi kompleksitas dunia global,” pungkasnya.

Diskusi ilmiah tersebut telah membuka wawasan baru tentang masa depan pendidikan. Semangat inovasi dan kolaborasi yang tercipta dalam acara ini mengilhami para peserta untuk terus menggali potensi kecerdasan buatan sebagai alat untuk mencapai pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi masa depan.

Pewarta: Paundra Wangsa Fajar Kusuma – Internship Humas UM 

Share it