
Malang – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menciptakan sabun cair inovatif bernama DERMAWASH yang diformulasikan untuk membantu penyembuhan Tinea Corporis atau kurap. Sabun ini mengandalkan bahan alami seperti Virgin Coconut Oil (VCO), ekstrak daun sirih, dan lidah buaya, yang terbukti efektif membasmi jamur sekaligus menjaga kelembapan kulit.
Tim inovator terdiri dari lima mahasiswa lintas jurusan di UM. Mereka diantaranya Violney Evelyna Azmi (Akuntansi) dan Tifanny Diandra Dewi (Akuntansi), Flavia Renata (Biologi), Ayu Setyawati (Kimia), dan Resa Berlina (Animasi). Proses produksi difokuskan oleh mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), sementara mahasiswa Ekonomi dan Animasi bertanggung jawab atas pemasaran, branding, dan pengelolaan keuangan produk.
Proyek ini didorong oleh tingginya angka penderita Tinea Corporis di Kota Malang. Berdasarkan data literatur, bahan utama seperti VCO dengan kandungan asam laurat hingga 52% efektif dalam membunuh jamur dan memperbaiki jaringan kulit. Ekstrak daun sirih yang mengandung minyak atsiri dan betiephenol menambah daya antibakteri produk ini, sedangkan lidah buaya berfungsi menjaga kelembapan kulit secara optimal.
Dalam proses produksinya, tim UM bekerja sama dengan pemasok bahan baku lokal di Malang untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan. Proses pengeringan, ekstraksi, hingga evaporasi dilakukan dengan cermat guna menghasilkan formula yang optimal. “DERMAWASH dirancang untuk memberikan solusi efektif bagi penderita Tinea Corporis dengan bahan alami yang aman,” ungkap Violney saat diwawancarai Tim Humas UM.
Hingga kini, DERMAWASH berhasil mencapai target penjualan 400 unit per bulan melalui marketplace. Produk ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar nasional, sejalan dengan target SDG poin 3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan.
Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin di dunia pendidikan. Dengan keahlian dari bidang biologi, kimia, ekonomi, dan animasi, mahasiswa UM telah membuktikan bahwa inovasi berbasis riset dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pewarta: Muhammad Ferry Ardiansyah – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
