Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Saat ini, Lulut Gilang Saputra, M.Pd. berada di Jakarta untuk menjalani persiapan akhir. Ia dijadwalkan berangkat ke Thailand pada 15 Desember dan bertanding dua hari kemudian.

Jakarta — Dengan tekad dan semangatnya yang tinggi, Lulut Gilang Saputra, M.Pd., dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM), terus membuktikan bahwa pengabdian pada ilmu pengetahuan dapat berjalan seiring dengan pengabdian pada Merah Putih.

Menjadi dosen sekaligus atlet nasional bukan perjalanan mudah. Namun, bagi Lulut, dua peran itu justru menjadi ruang kontribusi ganda. Selama 16 tahun berkarier di dunia gulat nasional, namanya telah melewati berbagai gelanggang besar, termasuk SEA Games 2023 di Kamboja. Tahun 2024, ia kembali memperkuat tim nasional setelah meraih medali emas pada PON Aceh–Sumut 2024, menundukkan atlet kuat dari Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara.

Di tengah padatnya jadwal akademik, Lulut mengakui bahwa manajemen waktu menjadi tantangan terbesar. “Latihan pagi dan sore harus tetap jalan, sementara tugas mengajar, penelitian, dan pengabdian juga tidak boleh tertinggal,” ujarnya saat diwawancarai Tim Humas UM pada Kamis (11/12).

Ia menambahkan bahwa dukungan pimpinan fakultas serta strategi perkuliahan berbasis tim membuat proses pembelajaran tetap lancar meski dirinya harus mengikuti pemusatan latihan nasional.

Sebelum berangkat ke pelatnas, Lulut memastikan seluruh kegiatan lapangan untuk penelitian dan pengabdian telah tuntas. Proses analisis data dan penulisan laporan ia kerjakan bersama rekan dosen dan mahasiswa yang menjadi mitra risetnya. Sinergi itu, menurutnya, menjadi energi positif yang memperkuat fokus dan konsistensinya.

Saat ini, Lulut berada di Jakarta untuk menjalani persiapan akhir. Ia dijadwalkan berangkat ke Thailand pada 15 Desember dan bertanding dua hari kemudian. Meski jadwal latihan semakin padat, rasa syukur dan tekad kuat tetap ia jaga.

“Kesempatan ini akan saya perjuangkan semaksimal mungkin. Semoga diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan, serta bisa menyumbangkan medali emas kedua untuk Indonesia dan mengharumkan nama Universitas Negeri Malang,” tuturnya.

Dedikasi Lulut menjadi cerminan komitmen sivitas UM dalam meraih prestasi akademik maupun non-akademik. Kisahnya menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan kolaborasi mampu menghadirkan prestasi yang berdampak bagi bangsa.

Pewarta: Inayah Amalia Taufani – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it