Kediri – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM) memberikan penguatan kompetensi kepada guru-guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Madrasah Aliyah (MA) Kabupaten Kediri melalui Workshop Review Kurikulum dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui Pendekatan Deep Learning. Kegiatan yang berlangsung di MAN 5 Kediri pada 9–12 Juli 2026 tersebut menghadirkan dosen FEB UM, diantaranya Prof. Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si., Ro’ufah Inayati, S.Pd, M.Pd dan Sri Handayani, S.Pd., M.Pd., Ph.D, sebagai narasumber utama.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mereview kurikulum sekaligus mengimplementasikan pendekatan deep learning yang dipadukan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).
Dalam pemaparannya salah satu narasumber, Sri Handayani, S.Pd., M.Pd., Ph.D. menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis deep learning tidak sekadar menekankan penguasaan materi.
“Pembelajaran berbasis deep learning tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga membimbing peserta didik untuk memahami konsep secara mendalam, menganalisis permasalahan, mengevaluasi informasi, hingga menghasilkan solusi yang kreatif,” ujar Sri Handayani.
“Sementara itu, AI dapat dimanfaatkan sebagai asisten pedagogis untuk membantu guru menyusun materi pembelajaran, memberikan umpan balik secara cepat, serta mendukung pembelajaran yang adaptif sesuai kebutuhan peserta didik,” tambahnya.
Selain memberikan penguatan konsep, peserta juga memperoleh pelatihan praktik penyusunan instrumen asesmen berbasis AI. Guru dibimbing menyusun stimulus soal, merancang butir soal yang mengukur kemampuan penalaran, hingga membuat alternatif jawaban dan analisis pengecoh (distractor) yang sesuai dengan kaidah psikometri. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu guru menghasilkan instrumen evaluasi yang lebih berkualitas dan relevan dengan perkembangan kebijakan asesmen nasional.
Sri Handayani juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik dalam memanfaatkan teknologi AI. Menurutnya, hasil yang dihasilkan AI tidak dapat digunakan secara mentah, melainkan harus melalui proses verifikasi, penyuntingan, dan penyesuaian oleh guru agar tetap sesuai dengan karakteristik peserta didik serta konteks pembelajaran di sekolah. AI, lanjutnya, berperan sebagai alat bantu, sedangkan guru tetap menjadi pengambil keputusan utama dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Malang menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi profesional guru melalui pendampingan berbasis riset dan inovasi pendidikan. Kolaborasi dengan MGMP Ekonomi MA Kabupaten Kediri diharapkan dapat memperkuat implementasi kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong lahirnya pembelajaran ekonomi yang kritis, kreatif, dan berpusat pada peserta didik.
Workshop tersebut juga menjadi ruang berbagi praktik baik antarguru dalam memanfaatkan AI secara etis dan bertanggung jawab. Dengan demikian, transformasi pembelajaran di madrasah diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan bernalar kritis, serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Pewarta: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
